Sedekah atas nama orang tua diperbolehkan dalam Islam, baik untuk yang masih hidup maupun telah meninggal/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom-Sedekah jariyah menjadi salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah wafat. Banyak orang melakukan sedekah atas nama orang tua sebagai bukti bakti dan kasih sayang, namun tak sedikit yang bertanya: apakah diperbolehkan dan apakah hanya untuk orang tua yang sudah meninggal?

Sedekah atas nama orang tua adalah sedekah yang dilakukan seorang anak dengan berniat agar orang tuanya mendapat pahala. Sedekah ini diharapkan menjadi amal jariyah bagi orang tua, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
Diriwayatkan dari Aisyah R.A., seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “Ibuku telah meninggal dunia, seandainya ia masih hidup mungkin ia akan mengatakan bahwa ia akan menyedekahkan seluruh hartanya di jalan Allah. Wahai Rasulullah SAW, bolehkah aku bersedekah atas namanya?” Rasulullah SAW menjawab, “Boleh.” (HR Al-Bukhari & Muslim).
Dari hadis tersebut, sedekah atas nama orang tua dalam pandangan Islam diperbolehkan, baik untuk orang tua yang masih hidup maupun yang telah tiada.

Ada sejumlah manfaat sedekah untuk orang tua. Pertama, sebagai amal jariyah. Dari Abu Hurairah RA., Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang manusia telah meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR Muslim).
Kedua, mendapatkan pahala yang sama. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada masalah bagi seseorang jika hendak bersedekah untuk membagikan pahala sedekah tersebut pada kedua orang tuanya jika keduanya muslim. Maka pahala sedekah tersebut milik kedua orang tuanya, dan dia mendapatkan pahala seperti kedua orang tuanya tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala kedua orang tuanya.” (HR Thabrani).
Ketiga, menghindari siksa kubur. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang senantiasa memberi sedekah akan terhindar dari siksa kubur.” (HR Tirmidzi). Keempat, sebagai naungan di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda, “Naungan orang beriman di hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad).
Ada beberapa cara mudah sedekah atas nama orang tua. Pertama, niatkan sedekah untuk orang tua. Dalam buku Jalan ke Hadirat Allah karya Syamsul Rijal Hamid, niat yang bisa dibaca: “Ya Allah, aku berniat menghadiahkan pahala sedekahku ini kepada almarhum bapakku, atau almarhumah ibuku,” atau bisa juga dengan menyebutkan nama ayah atau ibu.
Kedua, bersedekah. Ketiga, berdoa. Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, doa yang dipanjatkan: “Rabbana taqabbal minna innaka antas sami’ul alim” (Tuhan kami, terimalah persembahan dari kami. Sungguh Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui).






