Pemain Pelita Jaya Jakarta mencoba melakukan tembakan tiga angka dalam pertandingan melawan Tangerang Hawks/Foto: IBLIndoragamnewscom, JAKARTA-Akurasi tembakan atau field goals yang sangat tinggi menjadi faktor utama kekalahan telak Tangerang Hawks saat bertandang ke markas Pelita Jaya pada Minggu, 15 Februari 2026.
Meski sempat memberikan perlawanan sengit pada babak pertama, Hawks akhirnya menyerah dengan skor 91-67 setelah tim tuan rumah menemukan ritme permainan yang menghancurkan pertahanan mereka. Pelatih Tangerang Hawks, Tondi Raja Syailendra, mengungkapkan bahwa statistik keberhasilan tembakan Pelita Jaya yang menyentuh angka 50 persen adalah persoalan utama yang membuat skema pertahanannya berantakan.

Kekalahan ini menjadi yang keempat bagi Hawks di musim ini, sekaligus memperpanjang rekor sembilan kemenangan beruntun milik Pelita Jaya.
Tondi mengakui bahwa timnya kehilangan kendali saat para pemain lawan mulai mencetak poin dari berbagai sudut lapangan dengan persentase yang sangat stabil. Dominasi serangan tim yang identik dengan warna oranye tersebut membuat koordinasi pertahanan Hawks tampak rapuh di babak kedua.
Ketidakmampuan meredam akurasi lawan di area perimeter maupun bawah ring menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
Situasi ini menempatkan Hawks pada posisi sulit karena setiap upaya serangan balik yang mereka bangun sering kali gagal mengimbangi efektivitas poin yang dihasilkan oleh para punggawa Pelita Jaya.

“Begitu para pemain mereka melakukan tembakan dan masuk dari mana saja, itu yang menjadi kesulitan kami. Persentase keberhasilan mereka sangat hebat,” ujar Tondi dikutip Rabu (18/2/2026).
Secara statistik, kekalahan ini memberikan catatan evaluasi besar bagi Tangerang Hawks yang baru membukukan empat kemenangan dari delapan laga yang sudah dijalani. Tondi menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh pada sektor disiplin bertahan agar timnya tidak kembali menjadi bulan-bulanan tim dengan daya serang tinggi di laga selanjutnya.
Strategi pengawalan satu lawan satu maupun pertahanan zona yang diterapkan terbukti gagal total saat menghadapi pemain Pelita Jaya yang sedang dalam performa puncak.
Manajemen Hawks diharapkan segera menemukan solusi teknis untuk meningkatkan intensitas permainan saat menghadapi tekanan lawan di paruh kedua kompetisi.
“Kami pasti akan evaluasi, perbaiki yang kami bisa perbaiki. Ke depan kami pasti tampil lebih baik lagi,” ujar Tondi menegaskan komitmen perbaikan timnya.
Pelita Jaya sendiri menunjukkan kelasnya sebagai kandidat kuat juara dengan kolektivitas permainan yang sangat rapi di setiap kuarter.
Kemenangan telak atas Hawks ini sekaligus menjadi pesan peringatan bagi kontestan lain di liga mengenai konsistensi akurasi tembakan mereka yang semakin tajam.
Bagi Tangerang Hawks, laga ini menjadi pelajaran berharga bahwa kerja keras di babak awal saja tidak cukup untuk menumbangkan tim besar tanpa adanya konsistensi pertahanan di sepanjang empat kuarter.
Fokus kini dialihkan pada pemulihan fisik pemain dan pembenahan skema teknis sebelum memasuki jadwal padat pekan depan guna menjaga peluang lolos ke fase berikutnya tetap terbuka.






