Arakan Pompong Suku Duano, Simbol Perjalanan Leluhur dari Riau ke Jambi

2 menit membaca
Evan Permana
News, Wisata - 06 Jun 2026

Indoragamnewscom-Suku Duano di tepi perairan Kampung Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, dikenal sebagai “Orang Laut”.
Komunitas ini mendiami pesisir timur Jambi dan menggantungkan hidup pada sumber daya perairan.

Salah satu tradisi yang dilestarikan adalah arakan pompong, bagian dari Festival Bedak Sejuk Duano yang diselenggarakan pada Juli 2024 lalu.
Tradisi ini melibatkan seluruh masyarakat suku Duano, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Arakan pompong menjadi simbol identitas suku ini. Kegiatan ini mengingatkan kembali perjalanan leluhur mereka yang dahulu menempuh rute dari pesisir Riau menuju Tanjung Jabung Timur menggunakan pompong (perahu) sebagai alat transportasi utama.

Suku Duano di Jambi sangat bergantung pada ekosistem pesisir, perairan, dan hutan mangrove, dan melestarikan kearifan lokal seperti tradisi mencari kerang sumbun serta Festival Bedak Sejuk dengan ritual Arakan Pompong.

Lokasi Pemukiman

Masyarakat Suku Duano di Jambi terkonsentrasi di dua wilayah utama pesisir timur, yaitu:Kabupaten
Tanjung Jabung Timur: Tersebar di wilayah Kuala Jambi, khususnya di Kelurahan Tanjung Solok.

Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Berpusat di wilayah Kuala Tungkal, terutama di kawasan Kampung Nelayan.

Mata Pencaharian

Nenek moyang suku ini berasal dari Kepulauan Riau dan Johor (Malaysia) yang bermigrasi dan terdampar di perairan timur Jambi. Karena sejarahnya sebagai pelaut ulung, mayoritas masyarakat Suku Duano berprofesi sebagai nelayan yang memanfaatkan muara Sungai Batanghari dan laut lepas untuk mencari nafkah.

Suku Duano memiliki warisan budaya yang khas dan sangat lekat dengan identitas mereka sebagai masyarakat bahari:

Tradisi Berburu Sumbun: Kearifan lokal khas Suku Duano di Tanjung Solok, di mana mereka memburu sejenis kerang bambu (sumbun) yang hidup di pesisir pantai berlumpur saat air surut.

Arakan Pompong: Bagian dari Festival Bedak Sejuk yang merayakan asal-usul leluhur dan identitas sebagai nelayan, melibatkan perarakan perahu motor (pompong) di perairan pesisir.

Bahasa Duano: Komunitas ini menggunakan bahasa ibu tersendiri dengan dialek Melayu yang terus dijaga kelestariannya agar tidak punah.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!