Bintan Gelar Salat Istisqa, Bupati: Pelengkap Ikhtiar Hadapi Kekeringan

2 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 27 Mar 2026

Indoragamnewscom, BINTAN-Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar Salat Istisqa’ sebagai ikhtiar spiritual menghadapi musim kekeringan yang dalam hampir satu bulan terakhir dinilai cukup mengkhawatirkan.

Ibadah yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bintan, Kamis (26/3/2026), bertepatan dengan 6 Syawal 1447 Hijriah, dihadiri langsung Bupati Roby Kurniawan, Wakil Bupati Deby Maryanti, serta jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.

Suasana khusyuk dan penuh pengharapan mewarnai pelaksanaan ibadah tersebut. Para jemaah memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan dan memberikan keberkahan di tengah kondisi cuaca kering yang melanda wilayah Bintan.

Bupati Roby menegaskan bahwa Salat Istisqa’ menjadi pelengkap dari berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak perubahan cuaca.

“Banyak usaha dan langkah-langkah strategis yang sudah kita lakukan, termasuk beberapa upaya yang akan kita lakukan ke depan. Pelengkap semua ikhtiar itu, kita sempurnakan dengan Salat Istisqa’, memohon kepada Allah agar menurunkan hujan dan mengakhiri kekeringan ini,” ujar Roby di lokasi.

Sebagai seorang Muslim, Roby meyakini bahwa turunnya hujan merupakan kehendak Allah SWT. Karena itu, seluruh ikhtiar yang dilakukan pemerintah tetap harus dibarengi dengan doa dan kepasrahan kepada Sang Pencipta. “Jadi menurut hemat kami, semua langkah dan upaya kita lakukan sesuai kapasitas kita sebagai makhluk. Segala hasilnya kita berpasrah kepada Sang Khalik,” tambahnya.

Salat Istisqa’ tidak hanya dilaksanakan di tingkat kabupaten, tetapi selanjutnya juga akan digelar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bintan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi dampak perubahan cuaca yang dipengaruhi fenomena El Nino dalam beberapa waktu terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang memprakirakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi hingga April 2026, meskipun puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Mei-Agustus 2026 .

Tokoh Agama, Rustam Efendi, mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak istigfar, memohon ampunan, dan bertobat kepada Allah SWT. Ia menekankan pentingnya introspeksi diri di tengah musibah yang terjadi, seraya meyakini bahwa setiap kesulitan harus dihadapi dengan doa, kerendahan hati, dan ketundukan kepada Allah SWT.

“Maka teruslah memohon ampunan kepada Allah ‘Azzawajalla. Apa pun hajat yang kita harapkan agar diijabah, awali semuanya dengan penyerahan diri bahwa kita punca dari semua kesulitan yang kita alami, dan Allah adalah tempat kita mengadu serta meminta pertolongan,” tuturnya.

 

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!