Ketua Umum PGGP Pendeta M.P.A Maury saat memberikan pernyataan sikap terkait situasi keamanan di Papua dan dukungan terhadap Polri/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAYAPURA-Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) mengecam keras serangkaian aksi kekerasan dan penembakan brutal terhadap warga sipil serta awak penerbangan yang terjadi di wilayah Papua dalam beberapa pekan terakhir.

Ketua Umum PGGP, Pendeta M.P.A Maury, menilai eskalasi serangan tersebut telah mencederai nilai kemanusiaan serta kesucian hidup yang dijunjung tinggi oleh seluruh ajaran agama.
Sebagai respons atas situasi tersebut, PGGP mendesak seluruh elemen tokoh lintas agama untuk bersuara tegas guna memitigasi berulangnya insiden serupa.
Maury menengarai bahwa tindakan anarkis ini secara sengaja dirancang untuk mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Bumi Cenderawasih yang mulai kondusif pada awal tahun 2026 ini.
โAgama apa pun tidak akan menerima dan tidak akan mentolerir penembakan, baik terhadap pilot, penumpang, maupun masyarakat sipil di berbagai daerah,โ ujar Pendeta Maury dalam keterangannya dikutip pada Kamis (26/02/2026).
Adapun di tengah keprihatinan tersebut, pihak gereja memberikan apresiasi atas dedikasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Satgas Damai Cartenz, dalam memberikan pengawalan dan perlindungan terhadap masyarakat.
Kendati demikian, diskursus mengenai kedamaian Papua dipandang memerlukan dukungan spiritual dan kepatuhan kolektif terhadap seluruh pilar pemerintahan, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.
Maury pun menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan aparat TNI-Polri dalam menjaga stabilitas kawasan dari ancaman kelompok yang bertentangan dengan hukum. Ihwal kontribusi publik, dukungan dalam bentuk doa dan pengawasan sosial dianggap sebagai instrumen krusial guna menopang tugas negara di daerah-daerah rawan konflik.
โKita mungkin tidak bisa membantu dengan banyak hal, tetapi kita bisa membantu dengan doa. Mari kita topang dengan doa agar Tanah Papua tetap aman, damai, dan sejahtera,โ tuturnya.
Di sisi lain, PGGP menegaskan bahwa keselamatan warga sipil adalah prioritas absolut yang tidak dapat dikompromikan oleh kepentingan apa pun.
Persinggungan antara kelompok bersenjata dan masyarakat sipil di daerah pegunungan sebelumnya telah menjadi perhatian serius pemerintah pusat dalam beberapa tahun terakhir.
Kehadiran Satgas Damai Cartenz menjadi latar belakang penting dalam upaya penegakan hukum dan pemulihan keamanan di wilayah yang terdampak konflik.
Melalui seruan ini, otoritas keagamaan di Papua berharap adanya penguatan koordinasi antara pemerintah dan tokoh masyarakat guna memastikan pembangunan tetap berjalan tanpa bayang-bayang teror serta intimidasi yang merugikan kesejahteraan rakyat Papua secara luas.






