Konsistensi Konstitusi dan Mediasi Perang: HNW Minta Prabowo Tak Hanya ke Teheran Tapi Juga Kabul

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
News, Politik - 03 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA– Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tetap konsisten dengan amanat konstitusi dalam setiap langkah diplomasi internasional, tak terkecuali rencana mediasi yang akan dilakukan di kawasan konflik Timur Tengah.

Menurutnya, semangat perdamaian yang diamanatkan Pembukaan UUD 1945 tidak boleh berhenti hanya pada satu konflik, melainkan mencakup seluruh wilayah yang dilanda perang, termasuk Pakistan dan Afghanistan.

Hidayat merespons pernyataan Kementerian Luar Negeri bahwa Presiden Prabowo siap melakukan mediasi antara Amerika Serikat dan Iran, bahkan bersedia terbang langsung ke Teheran. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut perlu ditempatkan dalam koridor konstitusi yang lebih luas, yakni mewujudkan perdamaian dunia sebagaimana tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD NRI 1945.

“Memang benar serangan perang AS dan Israel atas Iran telah menjauhkan terwujudnya perdamaian dan stabilitas kawasan di Timur Tengah dan keamanan global. Tapi yang terjadi dalam perang Pakistan vs Afghanistan juga tidak hadirkan perdamaian sebagaimana diharapkan oleh Konstitusi,” ujar Hidayat dikutip pada Selasa (1/3/2026).

Politisi yang akrab disapa HNW itu menilai sangat wajar jika Presiden Prabowo, selain berkunjung ke Teheran, juga mengunjungi Islamabad dan Kabul. Menurutnya, Pakistan dan Afghanistan adalah dua negara Muslim yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Indonesia dan sama-sama menghormati Indonesia.

“Agar keduanya segera menghentikan perang dan kembali berdamai,” katanya .

HNW sependapat bahwa pendekatan dialog dan diplomasi harus dikedepankan oleh masing-masing negara yang masih menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia merujuk pada ketentuan dalam Deklarasi Piagam PBB Pasal 2 ayat (4) yang mengamanatkan penghormatan terhadap hukum internasional dan konvensi PBB.

“Segala bentuk perang harusnya segera dihentikan, karena menjauhkan perdamaian, hanya lahirkan korban, tragedi kemanusiaan, disabilitas dan merugikan masing-masing pihak, dan merusak tatanan hukum internasional yang diakui PBB,” ujarnya.

Ia juga menyoroti eskalasi konflik yang meluas akibat serangan balik Iran tak hanya ke Israel, tetapi juga ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara tetangganya, seperti Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, Yordania, Qatar, bahkan hingga Arab Saudi. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi memperlebar konflik karena negara-negara tersebut merasa kedaulatannya dilanggar.

“Dan yang dirugikan dari itu semua adalah sesama negara Muslim, yang juga potensial menjadi korban dari proyek ekspansionisme Israel Raya,” tuturnya.

Untuk memperkuat upaya perdamaian, HNW mendorong Presiden Prabowo menggandeng lembaga internasional seperti PBB yang melalui Sekretaris Jenderal telah menyatakan penolakan terhadap perang beserta eskalasinya. Ia juga menyarankan pemanfaatan forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) secara maksimal.

“Indonesia penting juga mengusulkan PBB dan OKI untuk segera menyelenggarakan Sidang Umum atau KTT Luar Biasa Tingkat Kepala Negara, agar bisa segera hentikan perang AS & Israel atas Iran, juga perang antara Pakistan dan Afghanistan,” ujarnya .

Usulan itu, lanjut HNW, sejalan dengan tujuan pertama pembentukan OKI yang disebutkan dalam Piagam OKI, yakni meningkatkan dan mempererat persaudaraan serta solidaritas di antara negara-negara anggota.

Di luar upaya diplomasi, HNW juga mengingatkan pemerintah untuk segera melakukan perlindungan efektif terhadap warga negara Indonesia yang berada di kawasan perang. Ia menyebutkan Iran dan negara-negara yang terlibat konflik, termasuk Pakistan dan Afghanistan, sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian serius.

“Perlindungan terhadap WNI termasuk yang lagi berada di kawasan yang dilanda perang di Timur Tengah adalah juga kewajiban konstitusional negara Indonesia, maka hal itu merupakan hal yang sangat urgen untuk diwujudkan, mengingat situasi sudah semakin genting dengan eskalasi yang bisa meluas dan berjangka panjang,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!