TRENDING

Lebaran Penggerak Ekonomi Daerah, Perputaran Uang Capai Ratusan Triliun

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 25 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menyebut momentum Lebaran sebagai penggerak utama perputaran ekonomi daerah seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan lonjakan wisatawan domestik.

Menurutnya, tradisi mudik tidak hanya berdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai sektor dengan perputaran uang yang mencapai ratusan triliun rupiah.

“Momentum Lebaran ini selalu menjadi pengungkit ekonomi nasional, terutama di daerah. Perputaran uang yang terjadi sangat besar dan memberikan efek berganda bagi masyarakat,” kata Lamhot Sinaga dikutip pada Rabu (25/3/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa tradisi mudik mendorong konsumsi masyarakat secara luas, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menilai kondisi ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor riil yang langsung menyentuh masyarakat.

“UMKM harus mampu menangkap peluang ini dengan meningkatkan kualitas produk dan layanan. Pemerintah juga perlu memastikan dukungan pembiayaan dan distribusi berjalan optimal,” ujarnya.

Selain UMKM, sektor pariwisata juga diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan selama libur Lebaran. Lamhot menyebut daerah dengan destinasi unggulan, baik wisata alam, budaya, maupun kuliner, berpotensi mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan dibandingkan hari biasa. Okupansi hotel dan kunjungan ke destinasi wisata lokal diperkirakan meningkat tajam.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, ia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan di daerah tujuan wisata, termasuk aspek aksesibilitas, kebersihan, dan keamanan. Ia juga menyoroti perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola lonjakan aktivitas ekonomi selama Lebaran agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Menurut Lamhot, kebijakan rekayasa lalu lintas dan peningkatan layanan transportasi yang diterapkan pemerintah turut berkontribusi dalam memperlancar distribusi ekonomi selama periode mudik. “Semakin lancar mobilitas masyarakat maka semakin besar pula potensi perputaran uang yang terjadi,” ucapnya.

Data Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang. Lonjakan ini menjadi pemicu utama aktivitas ekonomi di daerah tujuan mudik yang sebagian besar merupakan wilayah dengan potensi UMKM dan pariwisata yang besar.

Lamhot juga mengingatkan pelaku industri dan pariwisata untuk menjaga standar pelayanan di tengah peningkatan permintaan guna menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan domestik. Ia berharap momentum Lebaran dapat dimanfaatkan sebagai instrumen strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi di daerah.

“Jika dikelola dengan baik, mudik Lebaran bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga instrumen strategis untuk pemerataan ekonomi,” pungkasnya.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!