Scott Parker: Sepak Bola Lebih Baik Tanpa VAR, Hanya Mengalihkan Keputusan ke Orang Lain

3 menit membaca
Pegi Dwi
News, Olahraga - 03 Mar 2026

Indoragamnewscom-Manajer Burnley, Scott Parker, melontarkan kritik tajam terhadap Video Assistant Referee (VAR) menyusul dua keputusan kontroversial yang menggagalkan comeback dramatis timnya saat menjamu Brentford, Sabtu lalu. Parker menegaskan bahwa teknologi justru merusak esensi permainan.

Dalam laga yang berakhir dengan skor 4-3 untuk kekalahan Burnley di Turf Moor, tim tuan rumah sempat bangkit dari ketertinggalan 3-0 pada babak pertama untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3 . Namun, harapan Burnley pupus setelah dua gol dianulir oleh VAR. Zian Flemming mendapat ganjalan akibat offside ketat dalam proses terjadinya gol, sementara di masa perpanjangan waktu, Ashley Barnes juga dicoret golnya karena dianggap handsball meski tak disengaja.

Parker tidak menyembunyikan kekecewaannya. “Saya pikir sepak bola lebih baik tanpa VAR, dan itu hanya pandangan saya. Ini menghilangkan emosi mentah dari permainan dan perayaannya,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (2/3/2026).

Manajer berusia 44 tahun itu mempertanyakan esensi keberadaan teknologi yang justru tak mampu memberikan kepastian. “Saya pikir fakta tetaplah fakta, butuh waktu berapa pun Anda harus mendapatkan fakta yang benar dengan VAR. Ini menunjukkan kepada saya bahwa kami tidak yakin dan kami hanya mengalihkannya kepada orang lain yang membuat keputusan,” tuturnya dikutip dari Skysport.

Bagi Parker, kegagalan VAR dalam mengambil keputusan yang tepat menunjukkan kelemahan sistem yang ada. Ia menyebut teknologi hanya memindahkan tanggung jawab dari wasit di lapangan ke ruang kontrol, tanpa benar-benar menyelesaikan masalah kontroversi .

Meski demikian, Parker mencoba bersikap hati-hati saat dimintai pendapat mengenai keputusan handball yang dialami Barnes. “Mungkin ada sedikit ketidakadilan. Saya belum melihat tayangan ulangnya. Saya melihatnya di layar lebar dan saya berpikir tangannya tampak di samping tubuhnya,” katanya.

“Saya tidak ingin mengatakan terlalu banyak karena tidak diragukan lagi saya akan dikutip dan saya mungkin salah. Tampaknya sangat, sangat keras,” tambahnya.

Parker enggan berspekulasi lebih jauh terkait insiden tersebut. “Di masa modern, kita menginginkan kesempurnaan. Tentu saja, ada elemen-elemen yang membuatnya seperti sekarang ini. Saya belum melihatnya kembali, tapi offside tetaplah offside dan jika itu handball, ya itu handball,” ujarnya .

Komentar Parker muncul hanya beberapa hari setelah pembuat undang-undang sepak bola mengonfirmasi bahwa VAR akan diberi kewenangan lebih besar menjelang Piala Dunia musim panas ini.

Opsi untuk menggunakan VAR dalam memeriksa tendangan sudut akan tersedia mulai musim panas ini, sementara protokol inti VAR kini telah diperluas untuk mencakup kartu kuning kedua dan kartu yang diberikan kepada tim yang salah.

Sementara itu, meski berada di posisi kedua terbawah klasemen dengan selisih delapan poin dari zona aman dan hanya meraih satu kemenangan dalam 19 pertandingan liga terakhir, Parker bersikeras moral timnya tetap terjaga.

“Pertandingan akhir pekan lalu adalah perpaduan antara bagian awal yang benar-benar buruk dan babak kedua yang benar-benar mengesankan, penampilan yang luar biasa,” katanya .

“Kami gagal dalam beberapa keputusan. Secara umum, ini campuran adukan. Dengan cara pertandingan berakhir, kami bisa mengambil hal-hal positif yang besar. Para pemain dalam kondisi yang baik,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!