Ambisi Persis Solo BRI Super League untuk meraih kemenangan perdana di kandang kembali tertahan pada pekan ke-21 musim 2025/2026 setelah ditahan imbang tamunya Madura United dengan skor 2-2/Foto: IleagueIndoragamnewscom, JAKARTA-Ambisi Persis Solo BRI Super League untuk meraih kemenangan perdana di kandang kembali tertahan pada pekan ke-21 musim 2025/2026. Bertanding di Stadion Manahan, Solo, Jumat (13/2/2026), Laskar Sambernyawa dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Madura United FC lewat gol dramatis di penghujung laga.

Meski hasil ini membuat posisi Persis belum beranjak dari dasar klasemen dengan koleksi 12 poin, pelatih Milomir Seslija tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap mentalitas anak asuhnya.
Kerja keras para pemain dalam mengejar ketertinggalan menjadi poin penting di tengah kekecewaan akibat kegagalan mengamankan tiga poin penuh di hadapan pendukung sendiri.
Laga berjalan ketat sejak peluit pertama dibunyikan. Madura United memimpin lebih dulu melalui eksekusi penalti Brandao Junior pada menit ke-33. Persis Solo merespons cepat lewat sundulan Roman Paparyga di menit ke-42 yang sekaligus menebus kegagalan penaltinya di awal pertandingan. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Madura United kembali unggul melalui aksi Jorge Mendonca di menit ke-66. Persis Solo baru bisa memastikan satu poin setelah Dusan Mijic mencetak gol penyeimbang pada masa injury time menit 90+2. Hasil seri ini memperpanjang catatan belum pernah menang Persis di laga kandang musim ini meskipun secara permainan mereka mampu mengimbangi tim tamu.
Pelatih yang akrab disapa Milo ini mengakui bahwa performa timnya mengalami penurunan efektivitas pada paruh kedua pertandingan. Ia menyayangkan banyaknya kesempatan emas yang terbuang, termasuk kegagalan eksekusi tendangan penalti yang seharusnya bisa mengubah jalannya laga lebih awal.
“Pada 45 menit pertama kita bermain baik. Namun kita kurang baik pada beberapa peluang yang tidak bisa dimaksimalkan seperti penalti. Di babak kedua, kita banyak kehilangan kesempatan dan kita kebobolan karena kesalahan kami sendiri. Kami juga kurang baik untuk mengkreasi peluang yang ada,” kata Milo.
Milo menekankan bahwa kesalahan elementer di lini belakang menjadi penyebab timnya kembali kebobolan. Meski secara statistik penguasaan bola cukup berimbang, kurangnya kreativitas dalam membangun serangan di babak kedua menjadi catatan serius bagi staf pelatih.
Walaupun kecewa dengan hasil akhir yang tidak sesuai target, Milo melihat ada sisi positif dari aspek psikologis pemain. Kemampuan untuk tetap kompak dan berjuang hingga detik terakhir merupakan modal penting bagi Persis Solo untuk keluar dari zona degradasi di pertandingan mendatang.
“Tapi kami bangkit bersama dan ini adalah perjuangan bersama kami. Dan saya mengapresiasi perjuangan para pemain saya. Ada banyak hal bagus di laga kali ini, tapi kita masih harus terus berjuang. Saya juga memberikan apresiasi kepada suporter yang telah menambah energi kami untuk tetap bekerja keras,” tegasnya.
Dukungan suporter di Stadion Manahan dinilai memberikan pengaruh besar terhadap determinasi pemain untuk menghindari kekalahan. Fokus tim kini beralih pada perbaikan koordinasi lini depan agar peluang yang tercipta bisa dikonversi menjadi gol kemenangan pada laga selanjutnya.







Tidak ada komentar