Octav Sicilia dalam sebuah konser di Denpasar Bali 2026/Foto: Dokumen PribadiIndoragamnewscom, DENPASAR-Musisi, produser, dan penulis lagu Octav Sicilia kembali meluncurkan karya terbaru berjudul “Bukan Berarti”.

Lagu ini menandai perubahan signifikan dibandingkan rilisan sebelumnya, dengan pendekatan musikal yang lebih berani, jujur, dan tidak lazim.
Octav menghadirkan nuansa musik bluesy yang ringan, santai, dan manis, namun dipadukan dengan lirik yang gamblang serta sarat makna tajam. Perpaduan ini menciptakan karakter unik, eksentrik, sekaligus menggugah.
Secara musikal, lagu ini diramu dengan formula notasi yang jarang ditemui, menunjukkan eksplorasi baru dalam perjalanan kariernya.

“Berkah hidup bukan materi, punya otak nggak dipakai,” demikian salah satu penggalan lirik yang mencerminkan keberanian Octav menyuarakan kritik terhadap kehidupan yang diukur dari materi.
Saat ditemui di Kubu Kopi, Denpasar, Jumat (27/3/2026), ia menyanyikan langsung potongan lirik lainnya yang memperlihatkan refleksi sosial yang kuat.
“Katanya cinta kok membabi buta, katanya sayang kok Tuhanmu setan,” ungkap Octav, menunjukkan sisi kritis yang jarang ia ekspos ke publik sebelumnya.
Melalui “Bukan Berarti”, Octav seolah membuka sisi terdalam dirinya—menyuarakan idealisme yang selama ini tersimpan. Lagu ini tidak hanya menjadi medium ekspresi personal, tetapi juga pernyataan sikap terhadap berbagai realitas sosial, mulai dari kegelisahan hubungan antarmanusia hingga krisis kepercayaan terhadap kondisi bangsa.
Nuansa reflektif kembali muncul dalam bagian lain lagu: “Alam neraka rasa surga, iblis cantik pangku paha, sapi tua euforia.” Secara keseluruhan, “Bukan Berarti” memuat pesan tentang kejujuran, konflik cinta, makna persahabatan, hingga kritik terhadap kondisi sosial dan moral.
Octav, yang banyak terinspirasi musisi legendaris seperti Led Zeppelin, The Doors, Pink Floyd, The Beatles, Bob Dylan, hingga Bob Marley & The Wailers, mengolah pengalaman puluhan tahun di industri musik menjadi komposisi yang konsisten tanpa kehilangan identitas.
Dengan karakter vokal yang santai, lepas, namun tetap tajam, ia menghadirkan karya yang terasa seperti curahan isi pikirannya secara apa adanya.
“Bukan Berarti” kini telah dirilis dan dapat dinikmati publik sebagai karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pendengar untuk merenung dari berbagai sudut pandang.







Tidak ada komentar