FabioIndoragamnewscom, JAKARTA-Kekalahan dari tuan rumah Dewa United Banten FC dengan skor 1-2 pada pekan lalu membuat langkah Borneo FC Samarinda di BRI Super League 2025/2026 tertahan, sekaligus melebarkan jarak dengan pemuncak klasemen menjadi empat poin. Kendati demikian, pelatih kepala Fabio Lefundes menolak larut dalam tekanan dan memilih fokus menatap laga-laga krusial ke depan.

Pada pekan ke-23, Pesut Etam akan menjamu Arema FC di Stadion Segiri, Samarinda. Pelatih asal Brasil itu menyadari rentang poin dengan Persib di puncak klasemen sementara mulai menganga. Namun ia menegaskan optimismenya belum luntur.
“Target kami sejak awal adalah meraih poin sebanyak mungkin. Sekarang kami sudah memainkan 22 pertandingan dan baru tergeser ke posisi ketiga,” ujarnya.
Adapun tantangan ke depan tak akan ringan. Jadwal padat di bulan puasa dan laga melawan tim-tim kuat siap menghadang. Sementara itu, Fabio Lefundes justru membacanya sebagai peluang.

“Bukan hanya kami yang menghadapi mereka, tapi mereka juga harus menghadapi kami. Kami akan berjuang sampai akhir kompetisi untuk mencapai target yang sudah kami tetapkan,” imbuhnya.
Mengenai performa tim saat kalah dari Dewa United, pelatih berusia 48 tahun itu melakukan evaluasi. Ia menilai anak asuhnya sebenarnya memulai laga dengan cukup baik sebelum akhirnya kehilangan kendali.
“Tapi setelah ada beberapa hal yang kami kehilangan, terutama dalam organisasi permainan, kami kebobolan dan itu memengaruhi konsentrasi tim,” jelas Lefundes.
Borneo FC sempat tertinggal dua gol sebelum memperkecil skor jelang turun minum. Di babak kedua, sejumlah perubahan dilakukan untuk memperbaiki situasi.
“Mereka punya banyak peluang, kami juga punya, tapi kami tidak bisa memaksimalkannya,” sambungnya.
Ia juga menyinggung kondisi lapangan yang kurang mendukung gaya bermain timnya. Keputusan menarik pemain sebelum babak pertama usai pun diambil murni karena alasan taktis, bukan karena performa buruk.
“Saya sangat tidak suka mengganti pemain sebelum babak pertama selesai. Tapi saat itu kami kesulitan saat build up, jadi ini murni keputusan taktikal, bukan karena pemain bermain buruk,” pungkasnya.
Borneo FC sejatinya mencatat awal musim yang impresif dan sempat bersaing di papan atas. Namun konsistensi menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas, terlihat dari tersendatnya laju tim saat menghadapi laga-laga krusial tandang seperti kontra Dewa United.







Tidak ada komentar