Pemkab Buleleng Gaspol Lestarikan Bahasa Bali, Bulan Bahasa Bali 2026 Siapkan 6 Lomba dan Hadiah Rp40 Juta!

2 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 31 Jan 2026

Indoragamnewscom, BULELENG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, terus mempertegas komitmennya dalam melestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali Kedelapan Tahun 2026. Ajang tahunan ini akan diisi enam kategori lomba lintas jenjang, mulai dari pelajar hingga prajuru adat.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di lingkungan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng. Program ini menjadi bagian dari strategi daerah untuk menjaga keberlanjutan identitas budaya Bali, khususnya melalui regenerasi pengguna dan pelaku bahasa Bali di tengah perkembangan zaman.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, menegaskan bahwa Bulan Bahasa Bali memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai budaya sejak usia dini.

Enam kategori lomba yang disiapkan meliputi Lomba Nyurat Aksara Bali, Lomba Nyurat Lontar, Lomba Debat Mebasa Bali, Lomba Ngwacen Lontar, Lomba Masatua Krama Istri (Pakis), serta Lomba Pidarta Mabasa Bali bagi prajuru adat. Seluruh cabang lomba tersebut dirancang untuk memperkuat literasi budaya sekaligus memperdalam pemahaman nilai adat dan tradisi Bali.

Pelaksanaan lomba akan tersebar di beberapa lokasi, antara lain Pelataran Padmasane, Sakenem Dinas Kebudayaan, Ruang Baca UPTD, serta Wantilan Sasana Budaya. Secara teknis, pelaksanaan kegiatan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kita mengikuti ketentuan yang berlaku di provinsi, sehingga ada sedikit penyesuaian dari lomba yang sebelumnya,” jelas Wisandika.

Pada Tahun 2026, Bulan Bahasa Bali mengusung tema “Atma Kerthi – Udiana Purnaning Jiwa”, yang dimaknai sebagai upaya memuliakan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai fondasi pembentukan karakter serta jati diri masyarakat Bali. Untuk mendukung partisipasi peserta, Pemkab Buleleng menyiapkan total hadiah sebesar Rp40 juta.

Melalui penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali ini, Pemkab Buleleng berharap peran pelajar, masyarakat adat, dan prajuru desa semakin kuat dalam menjaga keberlangsungan bahasa Bali.

“Harapan kami, generasi muda dari tingkat SD hingga SMA/SMK, termasuk prajuru adat, terus berperan aktif dalam melestarikan bahasa dan budaya Bali. Selain itu, lomba ini juga menjadi sarana menumbuhkan sportivitas dan memperkuat jati diri budaya kita,” pungkas Wisandika.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!