Air Terjun Kabut Pelangi di Lumajang tawarkan fenomena langka: pelangi muncul di tengah kabut percikan air. Pengunjung harus trekking 30 menit melewati jalur licin/Foto: Dispar LumajangIndoragamnewsocom-Jalur setapak menurun dengan kondisi lembap dan berbatu. Pengunjung berpegangan pada pagar sederhana, melewati akar pohon dan tanah basah.

Suara gemericik air dan hembusan angin pegunungan menemani setiap langkah menuju Air Terjun Kabut Pelangi di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, gemuruh air mulai terdengar kuat. Tirai air setinggi puluhan meter menghantam bebatuan di bawahnya.
Percikan air menyebar ke berbagai arah, menciptakan kabut tipis di sekitar lokasi yang berada di lereng selatan Gunung Semeru. Kemunculan pelangi di tengah kabut itulah yang menjadi magnet utama destinasi ini.

Wisatawan asal Surabaya, Rina, mengaku awalnya mengira lokasi ini hanya air terjun biasa. “Tapi begitu lihat pelanginya langsung, rasanya beda,” ujarnya.
Fenomena tersebut terjadi saat cahaya matahari menembus celah pepohonan dan mengenai percikan air. Lengkungan pelangi perlahan tampak, menghadirkan pemandangan yang dinilai langka.
Hal serupa disampaikan Andi, pengunjung asal Malang, yang mengaku perjalanan menuju lokasi cukup menantang. Tracking-nya lumayan, sempat hampir terpeleset. “Tapi pas sampai sini, semua langsung terbayar,” katanya.
Beberapa pengunjung memilih duduk di atas bebatuan sambil menikmati suasana alam yang tenang dan udara pegunungan yang sejuk.
Destinasi ini dinilai tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga pengalaman wisata alam yang melibatkan suasana, suara, dan sensasi lingkungan sekitar.
Pengelola wisata mengimbau pengunjung untuk tetap berhati-hati. Jalur yang licin dan kondisi alam yang dapat berubah sewaktu-waktu menjadi perhatian utama, terutama saat curah hujan tinggi.
Petugas telah disiagakan di sejumlah titik untuk membantu pengunjung sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan dan kebersihan kawasan.
Sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Lumajang, air terjun ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar.
Keberadaannya juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar keindahan alam tetap dapat dinikmati generasi mendatang.







Tidak ada komentar