Pelatih Persija, Mouricio Souza/Foto: Singgih Wibowo/IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA–Persija Jakarta tidak main-main dalam menatap putaran kedua BRI Super League 2025/2026.

Tim Macan Kemayoran resmi memperkenalkan empat “amunisi” baru untuk memperkuat skuat. Nama-nama mentereng seperti Fajar Fathurrahman, Alaeddine Ajaraie (Maroko), Paulo Ricardo (Brasil), hingga bintang Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, resmi berseragam oranye.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menyambut antusias kedatangan para pemain ini. Ia optimis kehadiran mereka akan memberikan impact instan bagi performa tim di sisa musim.
Adaptasi Mulus, Shayne Pattynama Siap Debut?

Mauricio menyoroti proses adaptasi para penggawa baru yang berjalan sangat positif. Secara fisik, keempatnya dinilai sudah berada di level yang siap tempur.
“Setiap pemain punya waktunya masing-masing. Secara fisik mereka datang dalam kondisi oke. Sekarang tinggal memahami cara kami bermain dan memahami strategi pertandingan. Mereka adalah pemain-pemain yang kuat secara teknis, dan saya yakin mereka akan membantu kami di kompetisi ini,” ujar Mauricio.
Terkait Shayne Pattynama yang menjadi sorotan utama, sang pelatih memberikan sinyal hijau untuk segera memasukkannya ke dalam daftar susunan pemain.
“Kondisinya baik. Dia sudah berlatih. Sekarang kami akan menilai dari hari ke hari bagaimana perkembangannya. Seperti yang saya bilang, dia adalah pemain yang punya semua hal untuk membantu tim. Tapi kemungkinan besar dia akan masuk dalam daftar pemain,” tambahnya.
Bedah Skuat: Mengapa Gustavo França dan Alan Cardoso Dilepas?
Selain mendatangkan pemain, Persija juga melakukan perombakan besar dengan melepas enam pemain. Dua nama yang paling mengejutkan adalah bek asing Gustavo França dan Alan Cardoso. Mauricio menegaskan bahwa keputusan ini murni karena kebutuhan taktis dan masalah adaptasi.
“Mereka adalah dua pemain yang kini tidak lagi bersama kami. Salah satunya, Alan Cardoso, pada dasarnya adalah bagian dari proses pergantian. Terkadang seorang pemain membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan gaya bermain dan kondisi yang ada,” jelas pelatih asal Brasil tersebut.
Dilema Kuota Asing dan Melejitnya Dony Tri
Menariknya, Mauricio mengakui kualitas Alan Cardoso yang merupakan mantan pemain Timnas Brasil kelompok umur. Namun, performa gemilang pemain lokal seperti Dony Tri Pamungkas membuat posisi pemain asing menjadi terhimpit.
“Alan adalah pemain yang saya kenal sejak muda. Dia pernah memperkuat tim nasional Brasil kelompok umur. Namun, di sini dia mengalami beberapa kendala adaptasi. Di sisi lain, Dony (Tri) masuk dan tampil sangat baik. Saya pikir dia harus bermain karena dia ingin bermain. Saya sangat percaya dia adalah pemain yang kuat dan sangat bagus secara teknis, tetapi kami memiliki batasan kuota pemain asing,” pungkas Mauricio.







Tidak ada komentar