Rudi Garcia Sesali Ketajaman Belgia Tertahan Iran

3 menit membaca
Dede Idrus
News, Olahraga - 22 Jun 2026

Indoragamnewscom-Pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, meratapi buruknya penyelesaian akhir anak asuhnya setelah ditahan Iran dalam laga kedua Grup G Piala Dunia 2026. Duel tersebut tuntas dengan skor tanpa gol di Los Angeles Stadium, Senin (22/6/2026) dini hari WIB.

Belgia mendominasi penguasaan bola dan terus menggempur pertahanan Iran. Namun, berulang kali peluang digagalkan kiper Alireza Beiranvand yang tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan penting.

Hingga saat ini, Belgia baru mengumpulkan dua poin dari dua pertandingan. Catatan itu mengecewakan mengingat status mereka sebagai tim paling difavoritkan untuk lolos dari Grup G.

“Kami seharusnya bisa menang dengan selisih tiga gol melawan Iran, tetapi performa kami di lini depan tidak cukup efisien. Kami memiliki banyak sekali peluang mencetak gol, dan ketika Anda gagal mengonversinya menjadi gol, maka Anda tidak akan bisa memenangkan pertandingan,” kata Garcia usai laga.

Garcia menjelaskan anak asuhnya sudah menjalankan rencana permainan dengan baik. Para pemain Belgia sukses mengantisipasi gaya main Iran yang sejak awal diperkirakan tampil bertahan sembari mengincar serangan balik cepat.

“Kami mendominasi jalannya laga, jadi secara taktik dan rencana permainan kami sudah bermain persis seperti yang kami inginkan. Namun, kami terlalu banyak membuang peluang dan sangat kekurangan efisiensi di depan gawang lawan,” ujarnya.

Tugas Belgia semakin sulit ketika bek muda Nathan Ngoy diganjar kartu merah langsung pada pertengahan babak kedua. Ngoy diusir keluar lapangan setelah menjatuhkan Mehdi Taremi yang tengah berlari bebas dalam posisi berhadapan satu lawan satu dengan kiper.

Garcia menilai pelanggaran fatal berujung pengusiran itu sebagai kesalahan yang lumrah dilakukan pemain muda. Meski demikian, ia memuji respons luar biasa anak asuhnya yang terus menekan demi memburu gol kemenangan yang tak kunjung tercipta.

“Bermain selama 30 menit dengan kekurangan satu orang pemain adalah hal yang sangat sulit dilakukan di panggung sebesar Piala Dunia,” ucapnya.

Garcia menunjuk Beiranvand sebagai faktor pembeda utama yang menggagalkan ambisi Belgia meraup poin penuh. Ia bahkan menyebut kiper 33 tahun itu sebagai pemain dengan performa terbaik di sepanjang laga.

Mantan pelatih AS Roma itu mengakui start Belgia di Piala Dunia 2026 masih jauh dari ekspektasi publik. Kendati demikian, ia yakin anak asuhnya lolos ke babak 32 besar.

“Ada kalanya Anda berada dalam situasi di mana Anda wajib menang, dan dalam situasi sekarang inilah kami harus menang. Tentu saja saya sangat berharap kami bisa memulai turnamen ini dengan hasil yang lebih baik, tetapi hal seperti ini adalah bagian dari dinamika kehidupan,” ungkapnya.

Pada laga pemungkas grup, Belgia dijadwalkan menantang Selandia Baru. Sementara itu, Iran akan berhadapan dengan Mesir untuk memperebutkan tiket fase gugur.

“Persaingan di grup ini sama sekali tidak bisa dikatakan lemah. Kami harus membuktikan bahwa kami mampu mengalahkan Selandia Baru dan melaju ke babak 32 besar, namun yang pertama harus kami lakukan adalah beristirahat, memulihkan fisik, dan bersiap menghadapi laga penentuan ini,” tuturnya.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 month ago
2 months ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!