Logo Kemenkes/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAKARTA-Kementerian Kesehatan membantah tuduhan penggelembungan anggaran dalam pengadaan alat kesehatan untuk layanan hemodialisis di RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, yang belakangan beredar di media sosial.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan angka Rp30 miliar yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto pada peresmian RSUD tersebut bukanlah nilai pengadaan untuk layanan HD semata.
Angka itu merupakan nilai total pengadaan alat kesehatan canggih untuk setiap rumah sakit daerah yang masuk dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) atau Quick Win melalui program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN).
“Setiap RSUD akan mendapatkan dukungan alat kesehatan canggih senilai lebih dari Rp30 miliar dari program SIHREN. Alat tersebut mencakup cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, mammography, dan berbagai peralatan lainnya. Untuk RSUD Krui sendiri, bantuan yang diterima mencapai sekitar Rp31,7 miliar pada tahun ini,” kata Aji dikutip Senin (22/6/2026).
Selain bantuan alat kesehatan canggih, setiap rumah sakit daerah juga memperoleh dukungan alat kesehatan dasar dengan nilai berkisar antara Rp20 miliar hingga Rp30 miliar . Khusus untuk RSUD Krui, bantuan alat kesehatan dasar yang dialokasikan pada tahun anggaran 2025 dan 2026 mencapai sekitar Rp25 miliar.

Peralatan yang diberikan meliputi tempat tidur pasien, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, syringe pump, USG, serta ventilator untuk layanan dewasa, anak, dan anestesi.
Ada pula bed ICU set, instrumen bedah umum, instrumen operasi sesar, mobile X-ray, lampu operasi, meja operasi, plasma sterilizer, infusion pump, serta berbagai alat penunjang pelayanan kegawatdaruratan dan ruang operasi.
Dengan demikian, total dukungan alat kesehatan yang diterima RSUD Krui mencapai sekitar Rp56,7 miliar. Aji berharap masyarakat tidak termakan hoaks yang beredar seolah-olah Menkes melakukan penggelembungan harga.
Kemenkes berharap penguatan RSUD Krui dapat meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Pesisir Barat, sehingga kebutuhan pelayanan medis dapat dipenuhi di daerah tanpa harus banyak merujuk pasien ke luar wilayah.






