Brandone Francis menggunakan pelindung bahu saat membela Rajawali Medan melawan Dewa United Banten di IBL 2026/Foto: IBLIndoragamnewscom, JAKARTA-Kehadiran kembali Brandone Francis terbukti krusial bagi Rajawali Medan dalam memutus tren negatif lima kekalahan beruntun.

Meski belum pulih total, strategi Efri Meldi untuk Brandone Francis berhasil membawa timnya menumbangkan Dewa United Banten dengan skor 86-82 di Dewa United Arena, Jumat malam (20/2/2026).
Francis yang tampil mengenakan pelindung bahu bermain selama 39 menit 23 detik setelah absen akibat cedera serius. Keputusan memainkan pemain asing ini menjadi kunci bagi kebangkitan mentalitas skuad Rajawali yang sempat terpuruk dalam beberapa laga terakhir.
Walaupun tidak menjadi pencetak poin terbanyak, Francis memberikan kontribusi penting berupa 14 poin, tiga assist, satu steal, dan satu block. Akurasi tembakannya tercatat menurun dengan hanya empat keberhasilan dari 14 percobaan, namun ia tetap tenang dalam mengeksekusi tembakan bebas pada menit-menit krusial.

Kondisi fisik yang baru mencapai 70 persen tidak menghalangi peran dominannya di lapangan. Efri Meldi sengaja membiarkan Francis tetap bermain demi menjaga struktur permainan tim sekaligus merusak konsentrasi pertahanan lawan.
“Kondisinya Brandone sebenarnya 70%,” ungkap Efri Meldi dalam konferensi pers usai pertandingan.
Meldi menjelaskan bahwa ia menerapkan batasan teknis yang sangat ketat untuk memitigasi risiko cedera lebih lanjut pada bahu sang pemain.
“Tapi saya meminta Brandone untuk bermain no attack basket dan no isolation. Jadi memang dia bermain dengan pick and roll, pick and pop, atau dengan off ball screen saja,” tambahnya.
Strategi ini mengalihkan peran Francis dari penyelesai serangan menjadi pemancing pergerakan lawan.
Siasat ini terbukti jitu karena kehadiran Francis secara otomatis menarik perhatian pemain bertahan Dewa United. Ruang kosong yang ditinggalkan para penjaga Francis dimanfaatkan oleh rekan setimnya untuk mendulang angka dari dalam area paint.
Meldi secara sadar menahan Francis tetap di lapangan meski gerakannya terbatas, karena dampak psikologis dan taktis yang ia berikan jauh lebih besar daripada sekadar statistik individu. Francis berperan sebagai umpan yang membuka celah bagi dominasi pemain asing lainnya.
“Bisa diperhatikan, kalau Brandone membawa bola, lawan akan mengikutinya. Inilah yang saya butuhkan, supaya Antonio Hester dan Ater James Majok bisa leluasa bermain di dalam (paint area),” imbuhnya.
Kolaborasi antara Hester dan Majok di area bawah ring menjadi lebih efektif saat pertahanan lawan terpecah untuk mengawal pergerakan Francis di luar garis tiga angka.
Kemenangan ini sekaligus menaikkan kepercayaan diri para pemain lokal yang sempat goyah selama Francis menepi dari bangku cadangan.
Kesehatan jangka panjang Brandone Francis kini menjadi perhatian utama sebelum Rajawali Medan menghadapi laga berikutnya. Tim medis diharapkan mampu memulihkan kondisi bahunya secara bertahap agar ia bisa kembali ke performa puncaknya.
Rajawali dijadwalkan akan melakoni pertandingan selanjutnya melawan Tangerang Hawks Basketball pada Minggu malam (22/2/2026). Fokus pemulihan dan rotasi pemain akan menjadi faktor penentu apakah momentum kemenangan ini dapat terus dipertahankan atau tidak.






