Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini bersama TPID melakukan pengecekan stok dan harga bahan pokok di pasar tradisional./Foto: Media Center Palangka RayaIndoragamnewscom, PALANGKA RAYA-Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperketat pengawasan untuk memastikan harga bahan pokok Palangka Raya tetap berada dalam zona aman.

Melalui inspeksi lapangan rutin, otoritas setempat melaporkan bahwa pergerakan harga kebutuhan strategis saat ini masih sangat terkendali, bahkan beberapa komoditas unggulan menunjukkan tren penurunan signifikan di tengah ancaman inflasi nasional.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengonfirmasi bahwa skema pemantauan yang dilakukan bersama TPID berjalan efektif. Hasil pantauan di titik-titik pasar tradisional menunjukkan tidak adanya lonjakan harga yang mengkhawatirkan bagi konsumen.
“Dari hasil pemantauan tim bersama TPID, harga bahan pokok cenderung stabil, serta ada beberapa komoditas pangan yang harganya turun,” kata Zaini, Selasa (10/2/2026).

Zaini menyoroti performa positif pada sektor komoditas cabai. Di saat banyak daerah lain kewalahan menghadapi kenaikan harga cabai yang memicu inflasi, pasar Palangka Raya justru mencatatkan penurunan harga untuk jenis komoditas pedas tersebut.
“Jadi untuk Kota Palangka Raya sendiri kita patut bersyukur, harga bahan pokok cenderung stabil. Bahkan, ada beberapa komoditas yang harganya turun,” tambahnya.
Berdasarkan rilis data resmi Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Palangka Raya, terjadi koreksi harga yang cukup tajam pada lini hortikultura. Penurunan ini memberikan ruang napas lebih bagi daya beli masyarakat di pekan ini.
Cabai Rawit Biasa: Turun dari Rp100.000 menjadi Rp90.000 per kilogram. Cabai Merah Keriting: Turun dari Rp50.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.Cabai Rawit Merah: Turun dari Rp50.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
“Untuk Palangka Raya, aneka cabai relatif stabil. Bahkan, cabai rawit dan cabai hijau menunjukkan tren penurunan harga,” jelas Zaini.
Selain cabai yang menjadi sorotan utama, sejumlah “pemain” penting dalam kebutuhan dapur lainnya juga terpantau bermain di harga yang konstan. Beras, minyak goreng, hingga protein hewani tidak mengalami fluktuasi yang berarti.
Data menunjukkan beras medium bertahan di angka Rp14.000 per kilogram dan beras premium di Rp17.000 per kilogram. Sementara itu, gula pasir dipatok Rp18.000 per kilogram serta telur ayam ras di harga Rp30.400 per kilogram.
Di sektor protein, daging sapi murni stabil di Rp140.000 per kilogram, daging ayam kampung Rp80.000 per kilogram, dan ikan nila Rp47.000 per kilogram.
Untuk lini minyak goreng, versi kemasan sederhana berada di Rp23.000 per liter dan minyak goreng curah tetap di Rp14.000 per liter.
“Jadi sejauh ini harga bahan pokok di Kota Palangka Raya relatif normal semua. Tidak ada kenaikan harga yang signifikan untuk minggu ini,” pungkas Zaini.






