WHO catat 3 juta kematian per tahun akibat alkohol. Kenali tanda kecanduan dari fisik seperti mata kuning, psikologis seperti mood swing, hingga perubahan sosial/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndorgamnewscom-Kecanduan alkohol atau alkoholisme menyebabkan perubahan pada otak dan neurokimia sehingga penderitanya sulit mengendalikan tindakan, dengan catatan World Health Organization mencatat 3 juta kematian setiap tahun di dunia akibat minuman keras.

Angka tersebut mewakili 5 persen dari semua kematian global dan menjadikan alkohol sebagai penyebab utama kematian yang dapat dicegah nomor empat. Kecanduan alkohol terjadi saat seseorang mengalami ketergantungan terhadap minuman keras dan merasa kesulitan untuk mengendalikannya.
Di dalam alkohol terkandung zat yang memiliki kekuatan signifikan untuk menghubungkan kembali otak dan menciptakan ketergantungan fisik. Ketika penggunaan alkohol dihentikan, gejala putus zat yang parah akan terjadi dan berdampak pada fisik, psikologis, dan sosial.
Dua penyebab utama kecanduan alkohol meliputi withdrawal, yakni minum alkohol secara rutin kemudian berhenti yang biasanya memunculkan gejala fisik dan psikis, serta toleransi, yaitu minum alkohol secara rutin kemudian dosis dinaikkan untuk mencapai efek yang diinginkan.

Terlepas dari bagaimana kecanduan itu terlihat, seseorang biasanya memiliki kecanduan alkohol jika mereka sangat bergantung pada minuman dan tidak bisa tetap sadar untuk waktu yang lama.
Tingkat keparahan kecanduan, seberapa sering seseorang minum, dan kadar kemampuan seseorang saat mengonsumsi alkohol bervariasi pada setiap orang.
Tanda-tanda awal seseorang yang sudah kecanduan biasanya tidak terlalu terlihat. Orang yang kecanduan mulai memprioritaskan kegiatan yang melibatkan alkohol secara terus-menerus hingga mengarah pada perubahan rutinitas dan hubungan sehari-hari.
Ciri-ciri orang yang sudah kecanduan alkohol berlanjut pada tiga aspek: fisik, psikologis, dan sosial.
Secara fisik, seseorang yang sudah kecanduan alkohol akan merasakan gejala seperti mata berubah menjadi lebih kuning, jantung berdetak lebih cepat, dan sering muncul keringat berlebihan.
Penderita juga mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang dikonsumsi sebelumnya serta menghabiskan lebih banyak waktu, uang, dan energi untuk mendapatkan serta menggunakan alkohol.
Tanda fisik lainnya meliputi sering menunjukkan tanda-tanda keracunan seperti bicara cadel, koordinasi yang buruk, dan masalah berjalan, peningkatan cedera karena jatuh atau terlibat dalam perilaku berisiko, menurunnya perawatan diri dan kebersihan yang buruk, bau alkohol atau banyak botol kosong di sekitar rumah, serta perubahan berat badan yang signifikan.
Dari aspek psikologis, tanda-tanda penyalahgunaan alkohol muncul ketika zat tersebut mengganggu fungsi otak.
Tanda emosional alkoholisme yang paling umum di antaranya suasana hati yang cepat berubah, gangguan tidur, peningkatan iritabilitas, kemarahan dan agresi, masalah dengan memori, konsentrasi dan perhatian, mudah cemas, halusinasi atau pemikiran delusi terutama selama periode penarikan, serta depresi.
Adapun gejala kecanduan alkohol dari segi sosial meliputi lebih sering menyendiri dan menghindari berada di sekitar orang lain, meningkatnya kebohongan dan tipu daya, gagal memenuhi janji dan tanggung jawab, meningkatkan konflik dengan teman, keluarga, dan rekan kerja, penurunan kinerja di sekolah, pekerjaan, atau olahraga, serta perubahan perilaku di mana penderita bisa bahagia dan ramah di suatu hari, namun keesokan harinya merasa sedih, marah, dan bermusuhan.







Tidak ada komentar