Gubenrnur Jawa Barat, Dedi Mulyadi/Foto:Humas Pemkab IndramayuIndoragamnewscom, BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi santai pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan yang viral karena menyatakan siap mencium lutut jika pembangunan jalan bisa dilakukan hanya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp6 triliun.

Dedi menegaskan bahwa pembangunan yang ia lakukan di Jawa Barat tidak pernah dimaksudkan untuk dibandingkan dengan daerah lain, dan mengajak semua pihak untuk lebih fokus pada upaya membangun daerah masing-masing.
Pernyataan Krisantus sebelumnya mencuat setelah beredar di media sosial perbandingan kondisi jalan antara Kalimantan Barat dan Jawa Barat, yang kemudian memicu berbagai komentar dari warganet.
“Saya mohon maaf, selama ini kegiatan pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain,” ujar Dedi dikutip Sabtu (11/4/2026).

Ia bahkan mengucapkan terima kasih atas tantangan yang disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat tersebut.
Menurut Dedi, setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan pembangunan yang berbeda. Perbedaan luas wilayah, kondisi geografis, hingga kapasitas fiskal menjadi faktor yang tidak bisa disamaratakan.
Provinsi Kalimantan Barat memiliki luas wilayah 147.307 km²—jauh lebih besar dibandingkan Jawa Barat yang seluas 35.378 km²—sehingga pemerataan infrastruktur di wilayah yang sangat luas tentu membutuhkan anggaran dan waktu yang tidak sedikit.
“Kami memahami setiap daerah punya tantangan sendiri-sendiri. Persoalan fiskal juga tidak sama, apalagi daerah dengan wilayah seluas Kalimantan Barat tentu memiliki tantangan yang berat,” jelasnya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total pendapatan APBD Jawa Barat tahun 2026 mencapai Rp34,5 triliun, sementara APBD Kalimantan Barat sekitar Rp6,3 triliun.
Dedi juga menyampaikan permohonan maaf jika berbagai program pembangunan di Jawa Barat menimbulkan kesan membandingkan daerah lain.
“Saya mohon maaf apabila apa yang dilakukan di Jawa Barat dianggap menyinggung daerah lain. Tujuan kami semata-mata untuk melayani masyarakat,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh pemerintah daerah untuk saling mendukung dan bekerja sama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, daripada terjebak dalam perbandingan antarwilayah.
Menurut Dedi, kerja sama antardaerah menjadi kunci agar kemampuan fiskal daerah semakin kuat di masa depan, sehingga pembangunan bisa berjalan lebih merata.
“Semoga kita bisa bersama-sama terus melayani masyarakat dengan baik. Ke depan saya berharap kemampuan fiskal daerah semakin tumbuh sehingga dana bagi hasil dapat mengalir lebih besar ke daerah,” ujarnya.
Dedi juga menyampaikan salam untuk masyarakat Kalimantan Barat sekaligus mendoakan kesehatan bagi Wakil Gubernur setempat.
“Salam untuk seluruh warga Kalimantan Barat. Semoga Pak Wagub selalu sehat dan bahagia,” ucapnya.







Tidak ada komentar