Bupati Siak Afni Zulkifli tempuh perjalanan ekstrem ke Dusun Mungkal, bagikan seragam gratis untuk siswa SD dan SMP di wilayah terpencil Kecamatan Sungai Apit/Foto: Media Center SiakIndoragamnewsco, SIAK-Perjalanan menuju Dusun Mungkal, Kampung Tanjung Pal, Kecamatan Sungai Apit, ditempuh melalui jalan tanah berlumpur, menyeberangi sungai kecil, hingga menggunakan pompong melewati perairan tenang.

Tapi itu tak menyurutkan langkah Bupati Siak Afni Zulkifli. Kamis (21/5/2026), ia datang membawa bantuan seragam sekolah gratis untuk siswa SD Negeri 24 Tanjung Pal dan SMP Negeri 8 yang berada di satu atap dengan sekolah dasar tersebut.
Kunjungan itu menjadi wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Siak terhadap layanan pendidikan di wilayah terluar yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses pelayanan dasar.
SD Negeri 24 Tanjung Pal sendiri baru berdiri pada 29 Januari 2016 dengan akreditasi C, sebuah fakta yang menggambarkan betapa terbatasnya fasilitas pendidikan di kawasan ini.

Afni mengakui pemerintah belum sepenuhnya mampu menghadirkan layanan terbaik bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah terpencil. “Pengabdian guru jauh lebih besar dibanding apa yang diterima hari ini,” ujar Afni.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sebelum sekolah ini berdiri, banyak anak setempat yang enggan datang ke sekolah dan harus dipaksa oleh gurunya. Bahkan ketika sudah di dalam kelas, masih ada yang tidak mau belajar .
Afni berpesan agar tetap semangat menempuh pendidikan meskipun harus menghadapi medan perjalanan yang sulit. “Pendidikan satu-satunya jalan untuk mengubah masa depan. Pesan Ibu, anak-anak rajin belajar dan kejar prestasi ya,” kata dia.
Menurut Afni, kehadiran pemerintah di wilayah terluar tidak boleh terbatas pada sektor pendidikan semata.
“Setelah anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, meski kalian jauh dari kota, pemerintah harus hadir di sini tidak hanya pendidikan tapi juga pelayanan dasar kesehatan,” ujarnya.
Kunjungan tersebut merupakan kali kedua Afni mendatangi Dusun Mungkal. Selain menyerahkan seragam sekolah gratis, ia juga menerima aspirasi masyarakat dan membantu seorang remaja mualaf untuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren.
Akses ke dusun ini memang tidak mudah. Berdasarkan catatan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang melakukan penjajakan pada November 2022, perjalanan dari kampus menuju Dusun Mungkal menghabiskan waktu tiga jam perjalanan darat dan satu jam perjalanan laut menggunakan perahu.
Setelah tiba di dermaga, perjalanan lanjutan dengan berjalan kaki sekitar satu jam diperlukan untuk mencapai pemukiman warga karena tidak ada transportasi di wilayah tersebut.
Keterbatasan juga terlihat dari infrastruktur dasar. Di dusun ini, listrik masih terbatas, jaringan telepon tidak tersedia, dan harga bahan pokok tergolong mahal.
Namun di tengah keterbatasan itu, semangat para guru dan siswa untuk terus belajar patut diacungi jempol. Kunjungan Bupati Afni setidaknya menjadi pengakuan bahwa wilayah seperti Dusun Mungkal tidak dilupakan.







Tidak ada komentar