Widodo C Putro ungkap alasan terima tawaran Garudayaksa FC di penghujung musim/Ilustsrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom, BOGOR-Di tengah hiruk-pikuk persaingan menuju Liga 2, Garudayaksa FC mengganti nahkoda di ujung musim. Widodo C Putro resmi ditunjuk menangani tim berjuluk Spirit of Garuda itu pada pekan ke-21 Championship Liga 2.
Keputusan ini langsung diuji dalam laga melawan Bekasi FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (29/3/2026).

Widodo mengungkapkan, selain mendapat restu dari mantan klubnya Deltras Sidoarjo, alasan utama menerima pinangan di akhir musim adalah keyakinannya bahwa ia tak akan kesulitan beradaptasi.
Widodo C Putro bukan nama baru di sepak bola nasional. Sebagai pemain, ia adalah legenda yang namanya melekat pada gol salto terbaik se-Asia versi AFC ke gawang Kuwait di Piala Asia 1996.
Sebagai pelatih, ia pernah menangani Arema FC, Bali United, hingga Persita Tangerang. Namun kali ini, tantangan berbeda ia hadapi, menerima tawaran Garudayaksa FC saat kompetisi memasuki babak krusial.
Menurut pelatih kelahiran Cilacap 8 November 1970 itu, keputusan ini tidak serta-merta diambil tanpa pertimbangan matang. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan manajemen Deltras FC, klub yang sebelumnya ia tangani, berjalan lancar.

“Tentunya saya masih terikat kontrak dengan Deltras, dan Deltras mengizinkan. Artinya ada kata sepakat dengan saya dan kita sudah komunikasi bahwa saya ke Garudayaksa,” ujar Widodo dalam sesi jumpa pers jelang laga.
Lebih dari sekadar izin resmi, faktor kedekatan personal dengan staf dan pemain menjadi pertimbangan utama. Widodo mengakui bahwa di tubuh Garudayaksa, ia tidak merasa asing.
“Ini di dunia profesional tidak masalah dan saya tahu bahwa di Garudayaksa juga teman-teman pelatih saya sudah kenal semua. Jadi saya tidak akan terlalu sulit dalam beradaptasi,” katanya.
Nama-nama seperti Andik Vermansyah, Asep Berlian, Agus Nova, Birrul Walidain, hingga Taufik Hidayat menjadi alasan lain yang membuat Widodo yakin.
Mereka adalah pemain yang pernah berada di bawah asuhannya di klub sebelumnya.
“Terus banyak pemain seperti Asep, Andik, dan Agus Nova yang pernah bersama saya. Jadi saya melihat saya bisa cepat beradaptasi dan itu adalah hitung-hitungan yang akhirnya saya menerima Garudayaksa FC,” ungkapnya.
Statistik menunjukkan alasan Widodo tak sepenuhnya tanpa dasar. Garudayaksa FC saat ini bercokol di peringkat kedua klasemen sementara Grup Barat Championship dengan koleksi 38 poin dari 21 laga.
Tim asuhan Muhammad Ridwan sebelumnya ini hanya terpaut satu poin dari Adhyaksa FC di puncak klasemen, dan juga hanya terpaut satu poin dari Bekasi FC yang menguntit di posisi keempat.
Dengan persaingan sekencang ini, kebutuhan akan sosok pelatih yang memahami dinamika internal tim menjadi krusial.
Widodo juga memiliki catatan penting bersama sejumlah pemain Garudayaksa. Andik Vermansyah, misalnya, adalah pemain yang dikenal luas memiliki kualitas di lini depan, sementara Asep Berlian menjadi kapten tim yang mengikat lini tengah.
Nama-nama seperti Agus Nova dan Birrul Walidain juga menjadi bagian dari skuat inti yang memiliki pengalaman bersama Widodo di masa lalu.
Dengan debut yang akan berlangsung di Stadion Pakansari, Widodo menargetkan tiga poin penuh untuk menjaga peluang Garudayaksa tetap berada di jalur promosi.
Laga melawan Bekasi FC yang hanya terpaut satu poin menjadi ujian pertama sekaligus momentum untuk membuktikan bahwa keputusan mengambil alih tim di saat-saat akhir bukanlah langkah gegabah.
“Saya percaya saya pasti cepat adaptasi, itu yang membuat saya menerima tawaran ke Garudayaksa FC,” pungkas Widodo.







Tidak ada komentar