Poster film Colony bergambar sekelompok makhluk terinfeksi berlumuran darah berkumpul di area parkir, dengan latar suasana mencekam dan judul film di tengah/Foto: SoompiIndoragamnewscom-Sutradara Yeon Sang Ho kembali ke genre zombie. Kali ini ia tak sekadar menghadirkan gerombolan mayat hidup yang haus darah. Ia menciptakan sesuatu yang disebutnya lebih menakutkan: zombie yang bisa belajar dan berevolusi.

Film terbarunya, Colony, secara resmi diundang ke sesi Midnight Screenings Festival Film Cannes ke-79. Ini menjadi undangan keempat Yeon Sang Ho di Cannes, setelah The King of Pigs (2012), Train to Busan (2016), dan Peninsula (2020).
“Sementara proyek saya sebelumnya berfokus pada peristiwa yang terjadi di ruang-ruang tertentu, kali ini saya ingin berfokus pada zombie itu sendiri,” kata Yeon dalam video pembuatan film yang dirilis baru-baru ini.
Konsep yang diusungnya disebut update. Para terinfeksi tidak bergerak secara instingtif. Mereka berbagi informasi, belajar secara kolektif, dan berevolusi dalam bentuk yang tak terduga. Sutradara asal Korea Selatan itu menyebut ketidakmampuan memprediksi perubahan para terinfeksi sebagai “horor terbesar” dalam film ini.

Colony mengisahkan sekelompok penyintas yang terperangkap di dalam sebuah gedung pencakar langit yang diblokade akibat wabah virus tak dikenal. Di dalam, mereka menghadapi para terinfeksi yang berubah menjadi bentuk yang mengancam.
Jun Ji Hyun, yang kembali ke layar lebar setelah 11 tahun absen, berperan sebagai Kwon Se-jeong, seorang wanita yang terjebak dalam konferensi perusahaan di Gedung Dongwuri dan muncul sebagai pemimpin para penyintas.
Dalam video pembuatan film, Jun Ji Hyun mengaku merasakan ketakutan nyata selama syuting. Ji Chang Wook dan Go Soo juga berbagi pengalaman mereka bekerja dengan pendekatan pengambilan gambar baru ini.
Yang membedakan Colony dari film zombie pada umumnya adalah pendekatan produksinya. Alih-alih mengandalkan efek CGI, tim produksi menggunakan koreografi dan gerakan fisik aktor untuk menghidupkan para makhluk terinfeksi.
Tim koreografi merancang gerakan bertahap: dari memuntirkan tubuh dan merangkak dengan keempat kaki segera setelah infeksi, hingga bergerak cepat dengan dua kaki atau meniru perilaku penyintas. Gerakan-gerakan khas ini diwujudkan melalui penampilan para penari.
Direktur Koreografi Jeon Young, yang juga menggarap gerakan dalam Train to Busan dan Peninsula, mengomentari hasil karyanya. “Ini adalah gerakan-gerakan aneh yang melampaui batas kemampuan ekspresi tubuh manusia,” ujarnya.
Ia juga menyebut akan ada adegan zombie wall yang “belum pernah terlihat di mana pun di dunia”.
Aktor Koo Kyo Hwan, yang berperan sebagai profesor biologi dan merupakan aktor yang sengaja melepaskan wabah, mengaku tertarik dengan konsep individu yang terinfeksi sebagai sesuatu yang diupdate. Shin Hyun Been menambahkan bahwa cara ekspresi yang unik dalam film ini menarik perhatiannya.
Kim Shin Rok menyebut sensasi apokaliptik tercipta dari fokus pada makhluk terinfeksi yang berbeda dari zombie tradisional. “Bagi saya, ‘update’ juga berarti penyempurnaan berkelanjutan yang membuat mereka terus berubah,” katanya.




Tidak ada komentar