24 Ribu Jemaah Umrah Telah Dipulangkan, Petugas Antisipasi Kendala Pembatalan Penerbangan

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 14 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Kementerian Haji dan Umrah melalui Kantor Urusan Haji Jeddah terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap proses kepulangan jemaah umrah Indonesia dari Arab Saudi.

Hingga 12 Maret 2026, sebanyak 24.022 jemaah telah kembali ke Tanah Air melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah dan Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz Madinah, dengan petugas siaga memantau langsung di lapangan untuk mengantisipasi berbagai kendala perjalanan.

Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, Ilham Effendy, mengatakan petugas terus melakukan pemantauan langsung di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk memastikan proses kepulangan jemaah berjalan lancar.

“Petugas terus melakukan pengawasan lapangan serta berkoordinasi dengan pihak maskapai dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk memastikan setiap kendala yang dialami jemaah dapat segera ditangani,” ujar Ilham dalam keterangannya, Sabtu, 14 Maret 2026.

Berdasarkan laporan pengawasan, dalam tiga hari terakhir atau 10–12 Maret 2026, sebanyak 3.441 jemaah umrah dipantau dalam proses kepulangan melalui kedua bandara tersebut.

Dalam proses tersebut, petugas menemukan sejumlah kendala perjalanan, salah satunya penyesuaian jadwal kepulangan akibat pembatalan penerbangan oleh maskapai.

Namun, melalui koordinasi antara petugas, maskapai, dan biro perjalanan, jemaah yang terdampak tetap dapat melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia.

Ilham menegaskan bahwa Kantor Urusan Haji Jeddah terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan seluruh jemaah umrah Indonesia dapat kembali ke Tanah Air dengan aman.

“Melalui koordinasi dengan maskapai, otoritas bandara, serta penyelenggara perjalanan umrah, jemaah yang sebelumnya mengalami keterlambatan akhirnya dapat dipulangkan dengan aman,” jelasnya.

Dalam periode sebelumnya, petugas juga menangani sejumlah jemaah yang tertahan di Arab Saudi akibat pembatalan rute penerbangan. Berdasarkan laporan pengawasan per 8 Maret 2026, sejumlah jemaah dari PT BMA di Makkah dijadwalkan ulang terbang pada 10 dan 14 Maret, sementara 67 jemaah PT RLW diterbangkan pada 9 Maret menggunakan Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.

Kelompok jemaah mandiri yang terdampak pembatalan rute Madinah–Mumbai juga tengah diupayakan penjadwalan ulang dengan Saudia Airlines pada 15 Maret.

Kementerian Haji dan Umrah sebelumnya telah menyepakati 10 langkah mitigasi strategis bersama lintas kementerian dan pemangku kepentingan untuk melindungi jemaah umrah dari dampak eskalasi konflik di Timur Tengah.
Kesepakatan tersebut mencakup pembentukan pusat koordinasi terpadu, kemudahan izin extra flight, serta kebijakan refund, reschedule, dan re-route tanpa biaya bagi jemaah terdampak.

Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan pendampingan selama proses kepulangan jemaah umrah dari Arab Saudi, sehingga para jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan aman, tertib, dan nyaman.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!