Situ Patenggang, Jejak Cinta Abadi Ki Santang dan Dewi Rengganis

2 menit membaca
Evan Permana
Wisata - 01 Mar 2026

Indoragamnewscom-Perkebunan teh yang menghijau dan udara pegunungan yang sejuk menyambut setiap pengunjung yang datang ke Situ Patenggang. Di balik keindahan alamnya, danau di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut ini menyimpan legenda turun-temurun tentang asal-usulnya yang berkaitan dengan kisah cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis.

Konon, setelah sekian lama terpisah, putra Prabu Siliwangi dan putri titisan dewi itu akhirnya bertemu di kawasan yang kini dikenal sebagai Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Pertemuan dua sejoli yang saling dimabuk cinta tersebut konon berlangsung di sebuah bongkahan batu yang hingga kini disebut masyarakat sebagai Batu Cinta. Dari situlah kemudian kisah berlanjut. Sang Dewi Rengganis meminta kekasihnya membuatkan danau beserta perahu untuk mereka berdua.

Maka terciptalah Situ Patenggang dengan sebuah pulau kecil berbentuk hati di tengahnya yang dipercaya sebagai perahu wujud perahu Ki Santang.

Nama Patenggang sendiri berasal dari kata “pateang-teangan” dalam bahasa Sunda yang berarti saling mencari. Berdasarkan legenda itu, masyarakat setempat meyakini bahwa pasangan yang singgah di Batu Cinta dan berkeliling Pulau Asmara atau Sasaka akan menemukan cinta abadi sebagaimana Ki Santang dan Dewi Rengganis.

Tak heran jika lokasi ini kerap menjadi tujuan wisata bagi pasangan yang tengah berbulan madu.

Selain menyimpan nilai-nilai folklor, Situ Patenggang juga menawarkan pesona alam yang memikat. Hamparan perkebunan teh milik Perkebunan Teh Rancabali mengelilingi danau, menciptakan panorama yang menyejukkan.
Pengunjung dapat menyusuri danau dengan perahu dayung atau bersepeda air di sekitar tepian. Sebelum menyewa, para pelancong disarankan untuk menawar harga agar mendapatkan tarif yang sesuai.

Sepanjang jalan berkelok menuju lokasi, deretan perkebunan stroberi menambah daya tarik kawasan ini. Situ Patenggang yang berada di kaki Gunung Patuha berjarak sekitar 47 kilometer dari pusat Kota Bandung.

Melalui gerbang Tol Kopo atau Buah Batu, pengunjung dapat mengambil arah selatan menuju Ciwidey atau Kawah Putih. Perjalanan darat tersebut memakan waktu kurang lebih dua jam.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!