1.907 Penerbangan Tambahan Disiapkan Antisipasi Lonjakan Pemudik di Bandara Soetta

2 menit membaca
Nandang Permana
Nasional, News - 11 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Sebanyak 1.907 pengajuan extra flight untuk rute domestik dan 16 penerbangan tambahan internasional telah diajukan maskapai guna melayani lonjakan penumpang selama periode arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta memproyeksikan jumlah penumpang mencapai 3,18 juta orang selama masa angkutan Lebaran 2026.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta mengerahkan 7.832 personel untuk mendukung kelancaran pelayanan, dengan sekitar 2.197 petugas bertugas di setiap shift.

General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyatakan kesiapan operasional dan fasilitas menjadi prioritas utama.

“Kami telah melakukan berbagai persiapan dari sisi operasional, fasilitas, maupun kesiapan personel untuk mengantisipasi peningkatan pergerakan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026,” ujar Heru di Tangerang, Rabu, 11 Maret 2026.

Dari sisi infrastruktur, bandara dengan tiga landasan pacu ini mengoperasikan 175 parking stand serta 115 aviobridge. Fasilitas penunjang penumpang diperkuat melalui penambahan baggage trolley, cabin trolley, serta optimalisasi layanan Skytrain dan shuttle bus antarterminal untuk memudahkan mobilitas.

Pengajuan extra flight domestik sebanyak 1.907 dan internasional 16 penerbangan menjadi bagian dari antisipasi lonjakan yang diperkirakan meningkat lima persen pada H-2 Lebaran untuk arus mudik dan enam persen pada H+6 untuk arus balik. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 hingga H-2 Lebaran.

Untuk menjamin keandalan sistem, pengelola telah melakukan uji kelistrikan melalui test on load genset guna memastikan pasokan listrik cadangan berfungsi optimal. Aspek keamanan diperketat dengan penerapan pemeriksaan kendaraan secara acak di area terminal.

Layanan transportasi darat diperkuat melalui penambahan bus pemadu moda, shuttle AJAP, serta ketersediaan taksi reguler dan taksi daring.
Sebagai langkah antisipasi kondisi darurat, pengelola menyiapkan contingency plan berupa peningkatan kapasitas drainase, pemasangan sensor tinggi muka air secara real time, serta normalisasi saluran air di kawasan bandara.

InJourney Airports juga mengandalkan sistem Management Operation by Traffic (MOT) yang memungkinkan prediksi kebutuhan peralatan, sarana, dan prasarana secara per jam di 37 bandara yang dikelola. Sistem ini membantu optimalisasi pelayanan sesuai dinamika pergerakan penumpang.

Heru menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat guna memastikan operasional bandara berjalan lancar.

“Kami berkomitmen memastikan seluruh layanan kebandarudaraan berjalan optimal sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar,” katanya.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!