Polda Bali Kerahkan 2.169 Personel Amankan Nyepi dan Lebaran dalam Operasi Ketupat Agung 2026

3 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 14 Mar 2026

Indoragamnewscom, BALI-Kepolisian Daerah Bali mengerahkan 2.169 personel dalam Operasi Ketupat Agung 2026 untuk mengamankan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Operasi yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, difokuskan pada pengamanan arus mudik, arus balik, serta menjaga kondusivitas selama rangkaian dua hari besar keagamaan yang berdekatan tahun ini.

Kapolda Bali Daniel Adityajaya menyampaikan hal tersebut saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 di Lapangan Iptu Sutardjo, Mako Brimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar, Kamis sore.

Apel ditandai penyematan pita operasi kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya pengamanan.

“Operasi ini dilaksanakan untuk menjamin keamanan dan kelancaran masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang, saat, hingga setelah rangkaian Hari Raya Nyepi dan Idulfitri,” ujarnya dikutip Sabtu (14/3/2026).

Operasi Ketupat Agung merupakan agenda rutin kepolisian menjelang Lebaran yang bertujuan memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas selama masa libur panjang. Selain melibatkan ribuan personel kepolisian, pengamanan juga didukung unsur TNI, pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait untuk memperkuat pengawasan di berbagai titik strategis.

Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir dalam apel tersebut menilai momentum Nyepi dan Idulfitri yang berdekatan tahun ini memerlukan pengamanan terpadu agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan tertib. Berdasarkan kalender, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada 29 Maret 2026, sementara Idulfitri diperkirakan pada 31 Maret atau 1 April 2026.

Dalam operasi tersebut, Polda Bali menyiapkan 31 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah. Pos tersebut terdiri atas 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, dan lima pos terpadu yang memberikan layanan informasi, pengamanan, hingga bantuan darurat bagi masyarakat. Selain personel gabungan, sebanyak 10.556 personel Linmas juga dikerahkan untuk mendukung pengamanan di tingkat desa .

Pengamanan difokuskan pada berbagai objek vital serta lokasi yang berpotensi menjadi pusat keramaian selama libur panjang. Tercatat 256 masjid, 539 musala, dan 351 lokasi pelaksanaan salat Idulfitri mendapat pengamanan. Selain itu, aparat juga mengamankan 308 titik kegiatan malam takbiran, kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, delapan pelabuhan penyeberangan, serta 11 terminal.

Pengawasan turut diperkuat di sejumlah destinasi wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan, termasuk 77 objek wisata, 59 pasar tradisional, tujuh pasar modern, serta 37 pusat perbelanjaan. Peningkatan pengamanan di tempat wisata dilakukan mengingat Bali menjadi tujuan utama wisatawan domestik maupun mancanegara selama libur panjang.

Kepolisian memprediksi mobilitas masyarakat di Bali meningkat menjelang Nyepi dan Idulfitri, terutama pada jalur transportasi darat, laut, dan udara. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat selama menjalankan aktivitas keagamaan maupun perjalanan mudik.

Untuk mengantisipasi kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk, Polda Bali bersama stakeholder terkait telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dan penambahan dermaga eksekutif guna mempercepat proses penyeberangan. Sedangkan di Bandara Ngurah Rai, diperkirakan terjadi peningkatan pergerakan penumpuk hingga 10 persen selama periode libur panjang.

Melalui Operasi Ketupat Agung 2026, kepolisian berharap seluruh rangkaian perayaan keagamaan di Bali berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di daerah tujuan wisata internasional tersebut.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!