Wakil Bupati Kapuas Dodo bersama tim melakukan peninjauan bahan pangan di Gudang Perdana dalam rangka intensifikasi pengawasan keamanan pangan bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1447 H/Foto: Media Center Kapuas Indoragamnewscom, KAPUAS-Pemerintah Kabupaten Kapuas memperketat pengawasan keamanan pangan di pasar tradisional dan gudang distribusi guna menjamin kelayakan konsumsi masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 H.

Langkah preventif ini menyasar Pasar Blok R dan Gudang Perdana Kuala Kapuas sejak Senin (16/3/2026) untuk memitigasi peredaran bahan pangan kedaluwarsa serta penggunaan zat kimia berbahaya.
Agenda tersebut melibatkan jajaran dinas kesehatan, dinas perdagangan, hingga satuan polisi pamong praja guna memastikan seluruh komoditas yang beredar memenuhi standar mutu kesehatan di tengah melonjaknya aktivitas belanja warga.
Pemeriksaan intensif difokuskan pada pemantauan fisik produk dan verifikasi masa berlaku konsumsi barang di tingkat distributor maupun pengecer. Tim gabungan menengarai adanya potensi kerawanan pada sejumlah bahan pangan olahan yang rentan dicampur zat aditif non-pangan.

Adapun pengawasan ini menjadi instrumen krusial pemerintah daerah dalam mengantisipasi risiko kesehatan masyarakat akibat peredaran produk ilegal atau tidak layak konsumsi selama masa Ramadan.
Wakil Bupati Kapuas, Dodo, yang memimpin langsung peninjauan tersebut, mengingatkan publik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ciri-ciri pangan yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti boraks.
Ia menekankan bahwa pemilihan bahan makanan yang cerdas merupakan garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga.
“Beberapa produk seperti kerupuk tertentu diketahui mengandung boraks yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membeli atau mengonsumsi produk yang menggunakan bahan berbahaya tersebut, karena dampaknya sangat serius bagi kesehatan, terutama bagi organ tubuh seperti ginjal,” ujarnya.
Sementara itu, diskursus mengenai keamanan pangan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku konsumen menjadi lebih selektif dalam berbelanja.
Kesadaran kolektif antara pedagang dan pembeli dinilai menjadi kunci utama dalam memutus rantai peredaran pangan berbahaya di wilayah tersebut. Kendati pengawasan rutin terus dilakukan, peran aktif masyarakat dalam melaporkan temuan produk mencurigakan sangat diperlukan.
“Kami berharap ke depan masyarakat semakin peduli terhadap keamanan pangan dan tidak lagi membeli produk yang menggunakan bahan berbahaya. Kesadaran konsumen sangat penting untuk menjaga kesehatan kita bersama,” tutur Dodo.






