Pemkab Lumajang salurkan air bersih ke 124 KK di Desa Jenggrong. BPBD kerahkan 3 truk tangki, bantuan bertahap di 6 kecamatan hadapi kekeringan/Foto: Media Center LumajangIndoragamnewscom, LUMAJANG-Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan menyusul penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan oleh Bupati.

Distribusi dilakukan BPBD secara bertahap berdasarkan asesmen lapangan. Tahap awal menjangkau 124 kepala keluarga di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso.
Penyaluran perdana dilakukan Jumat (10/7/2026) di Desa Jenggrong. BPBD mengerahkan tiga armada truk tangki untuk mendistribusikan air ke 15 titik yang tersebar di Dusun Tanah Gatal, Gemuling, Lumpang, Krajan, dan Baka Utara. Bantuan tahap awal menjangkau 124 kepala keluarga atau 425 jiwa yang mulai kesulitan memperoleh air akibat menurunnya debit sumber air.
Bupati Lumajang sebelumnya menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan/Krisis Air Bersih serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ia memastikan setiap laporan segera ditindaklanjuti melalui asesmen agar bantuan tepat sasaran.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami berupaya memastikan setiap laporan yang masuk segera ditindaklanjuti melalui asesmen sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Kami juga mengajak masyarakat segera melapor apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” ujarnya dikutip Senin (13/7/2026).
Berdasarkan pemetaan BPBD, potensi kekeringan tahun ini diperkirakan terjadi di enam kecamatan yang mencakup 19 desa. Distribusi bantuan akan dilakukan bertahap dan bergilir sesuai perkembangan kondisi lapangan. BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memantau sumber air dan menentukan wilayah prioritas.
Masyarakat diimbau menggunakan air secara hemat dan segera melapor ke pemerintah desa atau layanan darurat BPBD melalui WhatsApp 0812-3457-0077 jika sumber air mengering.




