Tak hanya mengandalkan dodol, chocodot juga memberikan variasi lain berupa coklat dengan rasa buah/Foto: Indonesia KayaIndoragamnewscom-Dodol Garut tak lagi sekadar penganan kenyal manis yang dibungkus kertas minyak. Kini, oleh-oleh khas Kota Intan itu hadir dalam balutan coklat dengan nama chocodot, perpaduan tak terduga yang lahir dari kecelakaan di dapur dan kini menjadi ikon kuliner kreatif Jawa Barat.

Cerita berawal dari tangan Kiki Gumelar, pembuat roti dan coklat yang suatu hari tak sengaja menjatuhkan dodol ke dalam adonan coklat. Alih-alih membuangnya, ia mencicipi hasil perpaduan tersebut dan menemukan sesuatu yang istimewa.
Tekstur kenyal dodol berpadu dengan rasa manis dan legit coklat menciptakan sensasi baru di lidah. Dari kecelakaan itu, lahirlah chocodot.
Nama chocodot awalnya merupakan singkatan dari “chocolate with dodol Garut”. Seiring perkembangan, sang perajin memilih mengganti maknanya menjadi “Indonesian Chocolate”. Tujuannya jelas: memperkenalkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menghasilkan coklat dengan kualitas yang tak kalah dengan produk luar negeri.
Soal rasa, chocodot hadir dalam beragam varian. Penggemar coklat pahit yang pekat bisa memilih dark chocolate, sementara yang menyukai rasa manis lembut bisa mengambil milk chocolate atau white chocolate.

Tak hanya rasa, kemasannya pun dibuat unik dengan nama-nama yang mengundang senyum: Coklat Anti Galau, Coklat Enteng Jodoh, hingga Coklat Cetar Membahana.
Bagi pencinta ramalan shio, tersedia pula kemasan dengan dua belas shio. Setiap pembeli bisa memilih coklat sesuai shio kelahirannya, menjadikannya oleh-oleh yang lebih personal.
Chocodot dapat ditemui di beberapa titik di Garut, antara lain di Jalan Siliwangi dan pusat oleh-oleh di kawasan Tarogong. Harganya bervariasi mulai dari Rp5.000 hingga Rp300.000 tergantung ukuran dan varian.






