Surga dan Pelembut Hati: 10 Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

3 menit membaca
Fitri Sri
Khazanah - 21 Apr 2026

Indoragamnewscom-Dalam Islam, anak yatim disebut 23 kali dalam Al-Qur’an. Rasulullah SAW bahkan menjanjikan kedudukan istimewa di surga bagi mereka yang merawat dan menyayangi anak-anak yang kehilangan ayah sebelum baligh ini.

Anak yatim adalah mereka yang ditinggal wafat oleh ayahnya saat masih kecil dan belum memasuki usia baligh. Dalam praktiknya, anak yang ditinggal ibu (piatu) juga dianjurkan untuk disantuni, bahkan dalam satu pendapat ikut disebut sebagai yatim. Periode keyatiman berakhir ketika anak telah baligh dan menunjukkan kemandirian.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 220:

“Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. Katakanlah: ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik’.”

Berikut 10 keutamaan menyantuni anak yatim berdasarkan dalil-dalil shahih:

1. Dijamin Masuk Surga

Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

2. Allah Akan Menolongnya di Saat Sulit

“…Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah).

3. Terhindar dari Siksa Akhirat

Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.” (HR Thabrani dari Abu Hurairah).

4. Menjadi Teman Rasulullah di Surga

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d, Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkannya sedikit. (HR Bukhari).

5. Dilembutkan Hatinya

Seorang laki-laki mengadu kepada Nabi tentang kerasnya hati. “Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin,” jawab Nabi. (HR Ahmad, dengan perawi shahih). Mengusap kepala anak yatim karena Allah akan mendatangkan kebaikan pada setiap rambut yang disentuh tangan.

6. Amal Jariah yang Tak Terputus

Menyantuni anak yatim termasuk sedekah jariah—amal yang pahalanya terus mengalir meski pelakunya telah meninggal dunia, selama anak yatim yang disantuni masih hidup dan memanfaatkan bantuan tersebut.

7. Terhindar dari Golongan Pendusta Agama

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ma’un ayat 1-3: “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin.”

8. Mendapat Pahala Berlipat Ganda

“Siapa saja yang menyeru pada kebaikan, maka baginya pahala yang sama dengan orang yang mengerjakannya.” (HR Muslim, Tirmidzi, dan Abu Daud dari Abu Mas’ud).

9. Sebaik-baik Rumah

Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jelek rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan buruk.” (HR Ibnu Majah).

10. Setiap Rambut Mendatangkan Kebaikan

“Barang siapa mengusap kepala anak yatim karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan.” (HR Ahmad).

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!