TRENDING

Pemerintah Pacu Percepatan Tanam Padi Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 26 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Kementerian Pertanian meluncurkan Gerakan Tanam Padi Serentak di 16 provinsi guna mengamankan stok pangan nasional dari ancaman El Nino.

Langkah taktis ini menitikberatkan pada pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang baru dibuka agar segera masuk dalam siklus produksi tanpa penundaan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mendorong optimalisasi 5.000 hektare lahan CSR di Jambi sebagai percontohan percepatan perluasan area tanam.

Momentum sisa musim hujan harus dimanfaatkan secara maksimal sebelum memasuki periode kekeringan yang berpotensi mengganggu stabilitas produksi.

“Sekarang momen yang tepat. Mumpung masih ada hujan, kita percepat tanam. Kalau tanam lebih cepat, panen juga lebih cepat,” ujar Sudaryono saat memimpin gerakan tanam di Kabupaten Batang Hari, Jambi, dikutip Minggu (26/04/2026).

Pemerintah mengerahkan Brigade Pangan dan ribuan penyuluh untuk mengawal penggunaan mekanisasi pertanian modern seperti rice transplanter dan drone penabur benih.

Modernisasi ini dipandang sebagai solusi efektif di tengah keterbatasan tenaga kerja manusia sekaligus meningkatkan efisiensi proses tanam.

Menurut Sudaryono, ketersediaan air menjadi variabel krusial yang tidak bisa dikompromi dalam menghadapi anomali cuaca tahun ini. Identifikasi sumber air permukaan, penyediaan pompa, hingga pembangunan sumur bor disiapkan secara paralel agar lahan sawah baru tetap produktif.

“Benih bisa kita bantu, pupuk bisa kita sediakan. Tapi air dan hujan tidak bisa kita datangkan. Jadi manfaatkan waktu yang ada untuk segera tanam,” tegas Ketua Umum HKTI tersebut.

Di tingkat regional, Provinsi Jambi masih berupaya menambal defisit 29 persen kebutuhan beras untuk mencapai swasembada konsumsi lokal.

Gubernur Jambi Al Haris menginstruksikan perubahan pola tanam petani dari setahun sekali menjadi dua hingga tiga kali tanam.

Al Haris optimistis dukungan infrastruktur irigasi dan mesin pengering padi dari pemerintah pusat akan memperkuat ketahanan pangan daerah pada akhir tahun anggaran ini.

“Kami terus mendorong peningkatan luas tanam dan produksi agar Jambi mampu mencapai swasembada padi pada tahun 2026,” tuturnya.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 month ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!