Bek Persib Bandung Layvin Kurzawa saat berlatih/Foto: Muhamad Farid/IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Persib Bandung akan menjamu PSIM Yogyakarta dalam lanjutan pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (4/5/2026).

Pelatih Persib, Bojan Hodak, memberikan perhatian khusus pada kondisi para pemainnya mengingat padatnya jadwal, termasuk bek asal Prancis Layvin Kurzawa yang tampil menjanjikan pada laga kontra Bhayangkara FC dengan mencetak satu assist dan membantu kemenangan 4-2.
Bojan Hodak tidak menampik bahwa Kurzawa merupakan pemain dengan kualitas tinggi yang dimiliki Persib saat ini. Menurutnya, Kurzawa memiliki pengalaman besar di level tertinggi sepak bola dunia meski sempat mengalami masa sulit karena cedera dalam dua tahun terakhir.
“Kurzawa adalah pemain top, pemain berkualitas. Tapi dalam dua tahun terakhir dia mengalami cedera dan tidak banyak bermain,” ujar Bojan.

“Jadi dia datang ke sini, dia melakukan segalanya dengan benar bersama pelatih fisik, dia naik tingkat selangkah demi selangkah, dan sekarang akhirnya dia siap karena posisinya yang menuntut banyak lari,” lanjutnya.
Bojan menjelaskan bahwa sejak bergabung dengan Persib, Kurzawa menunjukkan dedikasi tinggi dalam meningkatkan kondisi fisiknya dan menjalani program latihan dengan sangat baik. “Sentuhan serta pengetahuannya (tentang permainan) tidak pernah diragukan, dia bermain di level atas. Jadi tentu saja kami senang dia kembali, dia bermain 45 menit di pertandingan terakhir dan melakukannya dengan baik,” jelasnya.
Meski begitu, pelatih asal Kroasia ini belum bisa memastikan apakah eks pemain Paris Saint-Germain itu akan dimainkan sebagai starter atau turun dari bangku cadangan. “Dia bermain 45 menit di pertandingan terakhir dan melakukannya dengan baik. Kita akan lihat, ini pertandingan kedua dalam empat hari,” terangnya.
Bojan menegaskan bahwa kehadiran pemain seperti Kurzawa memberikan nilai tambah besar bagi tim, tidak hanya dari segi kualitas permainan tetapi juga pengalaman yang bisa ditularkan kepada pemain muda. Pemain lain seperti Federico Barba juga dinilai memiliki pengalaman di kompetisi elite Eropa.
“Pemain yang bermain di liga top Eropa berpikir berbeda dan bereaksi berbeda dalam situasi tertentu. Pemain muda beruntung bisa belajar dari mereka,” ucap Bojan.







Tidak ada komentar