Jemaah haji Indonesia/Foto:KemenagIndoragamnewscom, JAKARTA-Memasuki hari ke-15 operasional haji 2026, sebanyak 229 kloter dengan 89.051 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaf menyebut proses pemberangkatan, kedatangan, hingga pergerakan jemaah berjalan terkendali.
Namun di balik kelancaran itu, layanan kesehatan mencatat 10.746 jemaah menjalani rawat jalan.
Maria menyampaikan keterangan pers yang disiarkan di kanal YouTube Kemenhaj RI, Selasa (5/5/2026). Berdasarkan data hingga Senin (4/5/2026), seluruh proses operasional haji berjalan baik.

“Dengan jumlah jemaah yang besar dan cuaca ekstrem, pencapaian ini tidak mudah. Tapi alhamdulillah, semua terkoordinasi dengan baik,” ujar Maria.
Dari sisi keberangkatan di embarkasi, 229 kloter terbang membawa 89.051 jemaah dan 912 petugas. Sementara itu, di sisi kedatangan, 219 kloter dengan 85.039 jemaah dan 873 petugas telah tiba di Madinah dan menempati akomodasi yang disiapkan.
Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah berlangsung bertahap. Sebanyak 68 kloter dengan 26.037 jemaah dan 272 petugas telah tiba di Makkah. Mereka kemudian melaksanakan rangkaian umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.
“Seluruh proses ini dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah,” kata Maria.
Suhu di Madinah dan Makkah tercatat berkisar antara 39 hingga 43 derajat Celsius . Pemerintah pun memperkuat layanan ramah lansia dan penyandang disabilitas, termasuk penataan layanan kursi roda secara terstandar.
“Seluruh petugas dilarang meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apapun. Praktik pungli tidak dapat ditoleransi dan diberi sanksi tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Maria sebelumnya.
Dari sisi kesehatan, 10.746 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 139 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 208 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. KKHI sendiri beroperasi 24 jam sehari dengan dukungan tim dokter umum, spesialis, perawat, apoteker, hingga tenaga laboratorium.
Maria menambahkan bahwa 76 orang masih dalam perawatan hingga saat ini.
Dengan puncak haji yang masih beberapa pekan ke depan, pemerintah terus mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik di tengam suhu ekstrem dan segera melapor ke petugas kesehatan jika mengalami gangguan.







Tidak ada komentar