Turun ke Bengkalis, Dewi Juliani Tampung Masalah APBD Hingga Abrasi

3 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 05 Mei 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Anggota DPR RI Dapil Riau I Dewi Juliani mencatat rapi setiap keluhan warga Kabupaten Bengkalis dalam masa reses.

Mulai dari kondisi fiskal daerah yang tertekan, infrastruktur transportasi laut, hingga abrasi pantai yang menggerus permukiman. Semuanya akan dibawa ke tingkat pusat.

Di sela-sela reses, Dewi juga menyalurkan dan mengawal langsung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Ia bahkan menyempatkan diri menengok rumah-rumah warga penerima bantuan di lapangan.

“Saya turun memastikan program bantuan perumahan yang saya perjuangkan ini benar-benar dirasakan masyarakat. Ini bagian dari upaya saya memperjuangkan aspirasi warga Bengkalis,” kata Dewi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Legislator PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa program bantuan tersebut tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan. Ia juga mengingatkan dengan tegas agar tidak ada potongan atau pungutan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat.

“Ini bukan yang terakhir, tapi berkelanjutan. Saya tegaskan tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun, ini hak masyarakat dan tidak boleh ada pemotongan,” ujarnya.

BSPS merupakan program stimulan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Setiap unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mendapat bantuan Rp20 juta—Rp17,5 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja. Dana tidak diberikan langsung ke penerima, melainkan ke penyedia material dan tukang guna memastikan transparansi.

Tak hanya soal bantuan rumah, Dewi juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam penyaluran program tanggung jawab sosial atau CSR dari BUMN agar tepat sasaran.

“Saya turun memastikan apakah masyarakat betul-betul membutuhkan. Tadi saya lihat langsung beberapa rumah, dan memang mereka membutuhkan bantuan pemerintah,” ucap anggota Komisi VI DPR RI ini.

Ketua DPRD Bengkalis, Septian Nugraha, memberikan apresiasi. Ia menilai kehadiran Dewi di tengah masyarakat menunjukkan kepedulian yang langka.

“Biasanya orang sudah duduk itu lupa. Alhamdulillah Ibu Dewi turun sampai ke daerah kita ini, beliau peduli dengan Bengkalis,” terangnya.

Septian menyebut dukungan masyarakat Bengkalis terhadap Dewi cukup besar, terbukti dari sekitar 45 ribu suara di daerah ini. Ia berharap perhatian tersebut terus berlanjut dalam bentuk program nyata.

Soal kondisi keuangan daerah, Septian menggambarkan tekanannya cukup berat. Data menunjukkan sekitar 85 persen APBD Bengkalis bersumber dari dana bagi hasil. Setelah kebijakan efisiensi pemerintah pusat, penurunan Dana Bagi Hasil hampir mencapai 60 persen.

“Kami mohon bantuannya agar kondisi APBD ini bisa diperhatikan, karena saat ini situasi cukup berat. Bapak-bapak camat dan kepala desa sekarang harus mengencangkan ikat pinggang, bahkan tidak bisa lagi ngopi di luar. Kami berharap ada perhatian dari pusat untuk kondisi ini,” pungkasnya.

Dua persoalan lain yang menjadi perhatian utama warga Bengkalis dalam beberapa tahun terakhir adalah keterbatasan kapal roro dan abrasi pantai. Armada penyeberangan yang terbatas kerap menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang . Sementara abrasi terus menggerus wilayah pesisir dan mengancam permukiman warga.

“Soal kapal roro dan abrasi, ini akan saya bawa ke pusat. Mohon doa agar apa yang menjadi aspirasi masyarakat bisa kami perjuangkan,” tutur Dewi.

Dalam kunjungan reses pada 29 April itu, hadir sejumlah camat, lurah, dan warga Bengkalis. Dewi menegaskan akan memperjuangkan seluruh aspirasi yang disampaikan sesuai kewenangannya di Komisi VI DPR yang membidangi BUMN, investasi, dan perumahan rakyat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 days ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!