Pemkab Boven Digoel uji 2 juta kg beras dan 4.016 liter minyak sebelum disalurkan ke 112 kampung. Penerima bantuan 2026 melonjak jadi 10.004 KK/Foto: Humas Pemkab Boven DigoelIndoragamnewscom, BOVEN DIGOEL-Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menguji kualitas dan kuantitas bantuan pangan sebelum disalurkan ke 112 kampung.

Total 2.080.000 kilogram beras dan 4.016 liter minyak goreng siap didistribusikan. Jumlah penerima bantuan tahun 2026 melonjak hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Kegiatan uji bantuan berlangsung di gudang Bulog Tanah Merah. Wakil Bupati Marlinus, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Felisita M. Tuwok, serta jajaran Bulog turut hadir.
Setiap kepala keluarga penerima akan mendapat 10 kilogram beras per bulan dan 2 liter minyak goreng. Bantuan ini berasal dari program Cadangan Pangan Pemerintah Pusat.

Felisita menegaskan bahwa pengujian kualitas merupakan prosedur wajib. Beras harus memenuhi standar medium dan layak konsumsi.
“Bantuan ini berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah Pusat. Sebelum disalurkan, kami wajib memastikan kualitas dan kuantitasnya sesuai standar agar masyarakat menerima bahan pangan yang layak,” ujarnya dikutip Selasa (5/5/2026).
Jumlah penerima bantuan tahun ini mencapai 10.004 kepala keluarga. Angka ini meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya 5.527 kepala keluarga.
Meski demikian, validasi data penerima masih menjadi tantangan. Dinas Ketahanan Pangan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan ketepatan sasaran.
“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan data penerima valid. Karena bantuan ini memiliki kriteria tertentu, tidak semua masyarakat bisa langsung menerima,” jelas Felisita.
Wakil Bupati Marlinus mengapresiasi perhatian pemerintah pusat. Menurutnya, bantuan ini sangat membantu meringankan beban masyarakat di wilayah kampung.
Ia mengakui peningkatan jumlah penerima hampir 50 persen, namun masih ada warga yang belum terdata. “Ke depan, data akan terus dilengkapi agar bantuan lebih merata,” tambahnya.
Kondisi geografis Boven Digoel yang menantang menjadi perhatian utama. Marlinus menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar bantuan tidak berhenti di tingkat distrik.
“Kami berharap bantuan tidak hanya sampai di distrik, tetapi benar-benar tersalurkan hingga ke kampung-kampung. Koordinasi sangat penting agar tidak terjadi kendala, termasuk lonjakan biaya transportasi,” tegasnya.
Wilayah seperti Distrik Ambatkwi yang sulit dijangkau tidak boleh menjadi penghambat. Marlinus sebelumnya menegaskan bahwa seluruh kebutuhan penyaluran, termasuk biaya transportasi, telah disiapkan pemerintah pusat.
Proses distribusi bantuan ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, serta pemerintah distrik dan kampung.
Dengan pengawasan ketat dan kolaborasi antarinstansi, Pemkab Boven Digoel berharap bantuan pangan ini dapat disalurkan tepat waktu, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di 112 kampung.







Tidak ada komentar