Minyak Kita/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAKARTA-Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan stok minyak goreng nasional aman di tengah tren penurunan harga MinyaKita. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena selain MinyaKita, masih tersedia minyak premium dan second brand di pasaran.

“Saat ini tidak terjadi kelangkaan minyak goreng di pasar. Ketersediaan pasokan minyak goreng aman karena masih ada minyak goreng premium dan minyak goreng second brand sebagai opsi,” ujar Budi Santoso dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Pemerintah mencatat rata-rata harga nasional MinyaKita per 10 April 2026 sebesar Rp15.961 per liter. Angka tersebut turun 5,45 persen dibanding posisi 24 Desember 2025 yang mencapai Rp16.881 per liter sebelum kebijakan terbaru diterapkan.
Distribusi MinyaKita hingga 10 April 2026 juga tercatat cukup tinggi, mencapai sekitar 49,45 persen. Realisasi ini melampaui batas minimal distribusi sebesar 35 persen sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.

Mendag mengingatkan MinyaKita tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator kondisi harga dan pasokan nasional. Pasalnya, pasokan MinyaKita sangat bergantung pada skema Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban pemenuhan pasar domestik yang terkait dengan volume ekspor produk turunan kelapa sawit.
“Kalau ekspornya tidak banyak, makanya pasokan DMO juga tidak banyak,” tegasnya.
Meski distribusi minimal 35 persen menjadi ambang batas wajib bagi pelaku usaha, realisasi dapat melampaui angka tersebut tergantung kondisi ekspor dan ketersediaan pasokan DMO dalam negeri.







Tidak ada komentar