Sate tuna Gorontalo, inovasi kuliner dari daging ikan tuna segar dengan bumbu marinasi rempah dan sambal dabu-dabu arang. Populer dalam dua dekade terakhir/Foto: Indonesia KayaIndoragamnewscom-Di Gorontalo, ikan tuna bukan sekadar komoditas ekspor. Dagingnya yang tebal, padat, dan tidak mudah hancur saat dibakar melahirkan sebuah inovasi: sate tuna. Berbeda dari sate pada umumnya, hidangan ini tidak menggunakan daging ayam, sapi, kambing, atau jeroan.

Zahra, pemilik Dapur Goronto, mengatakan popularitas sate tuna justru terjadi dalam dua dekade terakhir. “Inovasi sate tuna baru ada dua puluh tahun belakangan ini, karena orang mungkin sudah malas makan daging karena takut dengan penyakit dan sebagainya. Jadi biar terasa makan sate, dibuatlah sate tuna,” ujarnya dalam demo masak Kenduri Budaya Pangan Lokal Nusantara di Museum Nasional Indonesia beberapa waktu yanag lalu.
Marinasi Sederhana, Hasil Juicy
Kunci kelezatan sate ini ada pada proses marinasi. Potongan tuna direndam dalam campuran bawang putih, bawang merah, ketumbar, kunyit, garam, dan perasan jeruk nipis. Jeruk nipis berfungsi menetralisir bau amis sekaligus memberi sentuhan segar.

Setelah dibumbui, daging ditusuk dan dibakar di atas bara api. Lemak alami tuna perlahan meleleh, menciptakan aroma smokey yang khas. Hasil akhirnya: bagian luar sedikit karamel, bagian dalam tetap lembut dan tidak kering.
Sate tuna khas Gorontalo tidak menggunakan bumbu kacang seperti sate kebanyakan. Pendampingnya adalah dabu-dabu arang—sambal khas yang diracik dari cabai merah lokal, bawang merah, gula, garam, minyak kelapa kampung, dan arang panas sebagai penambah cita rasa. Beberapa varian lain menggunakan sambal rica atau colo-colo.
Mudah Ditemukan, dari Warung hingga Restoran Tepi Sungai
Di Gorontalo, sate tuna dapat dijumpai di berbagai tempat makan. Rumah Makan Alikana di Limboto menjadi ikon kuliner tuna yang kerap dikunjungi artis dan pejabat. Rumah Makan Ohara di tepi Sungai Bone menyajikan sate tuna dengan pemandangan pegunungan Dumbo.
Markas Tuna dan Rumah Makan Ratu di Kota Gorontalo juga masuk dalam daftar rekomendasi. Harganya terjangkau, dengan pilihan menu mulai dari rahang tuna bakar hingga sate tuna.
Hidangan ini biasanya disantap dengan nasi putih hangat, nasi jagung khas Gorontalo, atau lontong.
Kandungan Gizi: Protein Dua Kali Lipat Telur
Dari sisi kesehatan, sate tuna menawarkan lebih dari sekadar kelezatan. Dalam 100 gram ikan tuna terkandung 22,6 hingga 26,2 gram protein—dua kali lipat dibandingkan protein telur. Ikan ini juga kaya vitamin B12, B6, D, A, fosfor, magnesium, kalium, dan asam lemak omega-3.
Omega-3 dalam tuna berperan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Konsumsi 30 gram ikan per hari dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 50 persen. Kandungan kaliumnya yang mencapai 449 miligram per 100 gram juga bermanfaat menekan tekanan darah tinggi.
Namun ada catatan. Tuna berada di tingkat atas rantai makanan laut, sehingga berisiko mengandung merkuri. FDA merekomendasikan batasan konsumsi dua hingga tiga porsi (12 ons) per minggu untuk orang dewasa sehat.






