Presiden Prabowo dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron luncurkan dewan bisnis tingkat tinggi RI-Prancis. Target dagang naik tiga kali lipat pada 2035, empat kesepakatan senilai Rp61,25 triliun langsung diteken/Foto: SetpresIndoragamnewscom, JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron meresmikan dewan bisnis tingkat tinggi Indonesia-Prancis di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026). Forum ini menjadi puncak rangkaian kunjungan kenegaraan yang sebelumnya diawali dengan upacara penyambutan militer di halaman istana.

Dewan bisnis ini diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Mouvement des Entreprises de France (MEDEF) International, organisasi pengusaha Prancis. Forum ini mempertemukan 30 pemimpin industri dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai US$1,3 triliun.
Anindya Bakrie Pimpin Bersama CEO Danone
Dewan bisnis ini dipimpin bersama oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan Chair France-Indonesia Business Council MEDEF International sekaligus CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan hubungan dagang kedua negara sudah menunjukkan tren positif. “Dalam kuartal pertama tahun ini saja, nilai perdagangan kedua negara meningkat hingga mencapai US$1 miliar. Ini pertumbuhan yang luar biasa dan saya yakin ini baru permulaan,” ujar Anindya.
Empat Kesepakatan Senilai Rp61,25 Triliun
Peluncuran dewan bisnis ini langsung menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai US$3,5 miliar (setara Rp61,25 triliun dengan asumsi kurs Rp17.500 per dolar AS). Kesepakatan ini difokuskan pada tiga sektor: ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan forum ini menjadi motor penggerak hubungan ekonomi kedua negara.
“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” ujar Rosan.
Target Perdagangan Tiga Kali Lipat pada 2035
Dewan bisnis ini menargetkan peningkatan total perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035. Target ambisius ini akan didorong melalui penguatan kerja sama Kadin Indonesia dan MEDEF International.
Selain memproyeksikan pertumbuhan baru, forum ini juga bertugas mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya. Sebagai catatan, kunjungan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025 menghasilkan 27 MoU dengan nilai investasi lebih dari US$11 miliar.
“Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” pungkas Rosan.






