BBM Naik, Ekonom: Bansos Tunai Harus Segera Cair, Jangan Biar Masyarakat Tanggung Beban Sendiri

3 menit membaca
Nandang Permana
Nasional, News - 12 Jun 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai kenaikan harga Pertamax lebih dari 30 persen sebagai pil pahit yang tak terhindarkan di tengah tekanan fiskal dan membengkaknya biaya impor energi.

Namun ia menegaskan, kebijakan ini tidak boleh berdiri sendiri—pemerintah wajib segera menggelontorkan bantuan sosial tunai yang cepat dan tepat sasaran.

“Ini adalah pil pahit yang memang harus diambil. Dalam situasi normal tentu tidak ada pemerintah yang ingin menaikkan harga Pertamax. Namun ketika ruang fiskal semakin terbatas dan biaya subsidi terus membengkak, maka penyesuaian menjadi pilihan yang sulit tetapi perlu dilakukan,” ujar Fakhrul dikutip Jumat (12/6/2026).

Fakhrul memaparkan, berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), kelompok pengeluaran transportasi berkontribusi sekitar 10 hingga 15 persen terhadap total konsumsi rumah tangga. Bahan bakar minyak menjadi komponen terbesar di dalam kelompok tersebut, sehingga kenaikan harganya berpotensi memicu lonjakan biaya hidup yang berantai.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan masyarakat tidak menanggung seluruh beban penyesuaian tersebut. Bantuan tunai harus segera disalurkan agar daya beli tetap terjaga dan konsumsi rumah tangga tidak mengalami tekanan yang terlalu dalam,” katanya.

Kelompok rentan, masyarakat berpenghasilan rendah, serta kelas menengah bawah dinilai paling berisiko menanggung dampak berantai dari kenaikan biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari. Kecepatan penyaluran bantuan menjadi faktor krusial: semakin cepat diberikan, semakin kecil risiko perlambatan konsumsi yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Fakhrul menilai pemerintah saat ini memiliki modal yang jauh lebih baik dibandingkan satu dekade lalu. Digitalisasi layanan publik, integrasi data kependudukan dan sistem perbankan, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) memungkinkan proses identifikasi penerima bantuan dilakukan lebih akurat.

“Kita sudah memasuki era ketika teknologi dapat digunakan untuk memastikan bantuan lebih tepat sasaran. Integrasi data digital dan pemanfaatan AI memungkinkan pemerintah mengidentifikasi kelompok masyarakat yang benar-benar terdampak sehingga potensi salah sasaran bisa ditekan,” ujarnya.

Selain perlindungan sosial, Fakhrul menilai kenaikan harga Pertamax perlu menjadi bagian dari agenda reformasi fiskal yang lebih luas. Pemerintah harus memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas belanja negara dan memperkuat efisiensi program-program prioritas.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Fokusnya bukan mengurangi tujuan program, melainkan meningkatkan efektivitas pelaksanaannya. Optimalisasi rantai pasok, pemanfaatan teknologi, dan perbaikan tata kelola dapat menciptakan ruang fiskal yang signifikan tanpa mengurangi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Fakhrul juga menilai penyesuaian harga energi berpotensi memberikan dampak positif terhadap stabilitas makroekonomi apabila dibarengi kebijakan pendukung yang tepat. Berkurangnya tekanan subsidi energi dan meningkatnya disiplin fiskal dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

“Fiskal yang lebih sehat pada akhirnya akan menjadi salah satu penopang stabilitas rupiah. Pasar tidak hanya melihat kebijakan moneter, tetapi juga keyakinan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan kebijakan kenaikan harga BBM tidak hanya diukur dari berkurangnya beban subsidi, melainkan juga dari kemampuan pemerintah menjaga daya beli masyarakat selama masa transisi. Disiplin fiskal, perlindungan sosial, dan reformasi belanja negara harus berjalan bersamaan.

“Yang terpenting adalah memastikan beban penyesuaian tidak jatuh sepenuhnya kepada masyarakat. Jika keseimbangan itu dapat dijaga, Indonesia tidak hanya mendapatkan fiskal yang lebih kuat, tetapi juga pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas ke depan,” pungkas Fakhrul.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!