25 KK Terdampak Banjir di Ruas Jalan Nasional Siak

2 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah, News - 25 Des 2025

Indoragamnewscom, SIAK-Banjir yang melanda Simpang Obor, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, merendam ruas jalan nasional dan memaksa warga mengungsi ke tenda darurat.

Sedikitnya 25 kepala keluarga (KK) terdampak akibat genangan air yang belum juga surut dan masuk hingga ke permukiman warga.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, lokasi banjir berada pada jalur jalan nasional sehingga penanganannya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Riau.

“Banjirnya berada di jalan nasional. Kami bermohon kepada Kementerian PUPR melalui BPJN Riau. Mudah-mudahan efisiensi anggaran tidak menyasar ke perbaikan jalan nasional ini,” ujar Afni saat meninjau tenda pengungsian warga di Simpang Obor, Rabu (24/12/2025).

Ia menjelaskan, kawasan Simpang Obor merupakan daerah ceruk air yang setiap tahun kerap dilanda banjir, terutama saat curah hujan tinggi dan air pasang. Kondisi tersebut menyebabkan genangan tidak hanya menutup badan jalan, tetapi juga merendam halaman dan rumah warga.

Ia menambahkan, meskipun kanal di sekitar lokasi telah dilakukan pembersihan, air belum dapat segera surut karena volume debit yang masih tinggi, termasuk luapan dari Danau Naga Sakti.

“Simpang Obor ini memang ceruk air. Meski kanal dibersihkan, bukan berarti air seketika surut karena debitnya sedang tinggi,” kata Afni.

Afni mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan banjir untuk menyesuaikan diri dengan kondisi alam. Menurutnya, bencana banjir tidak dapat sepenuhnya dihindari apabila faktor alam berada dalam kondisi ekstrem.

“Kita tidak bisa melawan alam. Hujan deras menyebabkan air dari Danau Naga Sakti melimpah ke sini,” tuturnya.

Saat ini, sebanyak 25 KK mengungsi di tenda darurat yang disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak.

Pemerintah daerah juga menurunkan Dinas Kesehatan untuk memantau kondisi para pengungsi, khususnya anak-anak dan bayi.

“Ada anak-anak, ada bayi juga di sini. Kasihan, masih bayi sudah ikut mengungsi,” ujar Afni.

 

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!