Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa/Foto:Humas KemenkeuIndoragamnewscom, JAKARTA-Pemerintah mengambil langkah strategis memperketat belanja negara melalui skema efisiensi anggaran dalam tiga tahapan tahun ini.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif memitigasi risiko ekonomi global yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan protokol penghematan ini merupakan respons terukur terhadap ketidakpastian pasar global.
“Kami akan menjalankan skema ini secara bertahap, mulai dari tahap satu hingga tahap ketiga,” ujar Purbaya dikutip Sabtu (28/3/2026).

Total penghematan belanja yang ditargetkan mencapai Rp81 triliun, selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini menjadi realisasi komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal, dengan target defisit anggaran tetap terkendali di bawah batas aman 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah sendiri memproyeksikan defisit APBN 2026 berada pada level 2,68 persen.
“Struktur anggaran saat ini sudah sangat jelas. Kami memastikan APBN terkendali dan tidak akan menembus angka 3 persen,” tegas Purbaya.
Sebelumnya, pemerintah telah melakukan langkah radikal dengan merealisasikan relokasi anggaran senilai Rp800 triliun atau setara US$70 miliar.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan upaya penyisiran anggaran ini dilakukan untuk memastikan setiap rupiah dialokasikan pada program prioritas yang berdampak langsung terhadap ketahanan ekonomi nasional.
“Di luar nilai relokasi sebesar Rp800 triliun tersebut, Bapak Presiden memberikan instruksi tambahan untuk melakukan efisiensi kembali, dan kami telah mengidentifikasi potensi penghematan sebesar Rp81 triliun,” ungkap Prasetyo dalam laporannya kepada Presiden di Hambalang, Selasa lalu.
Strategi berlapis ini diharapkan mampu memberikan bantalan fiskal yang kuat bagi Indonesia di tengah fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar yang terdampak situasi Timur Tengah.
Sebelumnya, pemerintah juga telah mengalokasikan stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk diskon tiket transportasi 30 persen untuk mudik Lebaran 2026 serta penyaluran bantuan pangan senilai Rp12 triliun.






