Intelijen Daerah Harus Adaptif Hadapi Ancaman Siber dan Ujaran Kebencian

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
News, Politik - 20 Jun 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menekankan pentingnya penguatan peran intelijen daerah dalam memitigasi ancaman siber dan maraknya ujaran kebencian di ruang digital.

Ia menyoroti ancaman disinformasi yang dapat memengaruhi opini publik, memperuncing perbedaan, dan mengancam persatuan bangsa.

“Ujaran kebencian, disinformasi, dan serangan siber di ruang digital dapat dengan cepat memengaruhi opini publik, memperuncing perbedaan, bahkan mengancam persatuan jika tidak dimitigasi secara tepat,” ujar Dave dalam kunjungan kerja spesifik Komisi I ke Yogyakarta, Provinsi DIY dikutip Sabtu (20/6/2026).

Menurut Dave, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki karakteristik strategis sebagai pusat pendidikan dan intelektual nasional dengan tingkat penetrasi internet yang tinggi.

Kondisi ini menjadikan Yogyakarta sebagai ruang tumbuhnya ekosistem digital yang dinamis, tetapi sekaligus rentan terhadap paparan konten negatif seperti ujaran kebencian dan disinformasi.

Dalam konteks tersebut, lanjut Dave, intelijen daerah dituntut untuk semakin adaptif dan responsif. Tidak hanya menjalankan fungsi pengumpulan informasi, tetapi juga memperkuat deteksi dini terhadap pola penyebaran narasi negatif yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial. “Intelijen daerah harus semakin adaptif dan responsif terhadap perkembangan ancaman digital yang terus berubah”.

Komisi I DPR RI mendorong Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) DIY untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kapasitas analisis ancaman siber serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani dinamika ruang digital yang semakin kompleks.

Politisi Fraksi Partai Golkar itu juga mendorong penguatan strategi kontra-narasi dan literasi digital masyarakat sebagai langkah penting dalam meredam penyebaran ujaran kebencian. Peran aktif intelijen dalam membangun narasi positif diharapkan mampu menjaga ruang digital tetap sehat dan produktif, khususnya bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.

Upaya mitigasi juga diarahkan pada deteksi dini penyebaran paham radikal dan intoleransi yang kerap memanfaatkan platform digital. Perlindungan terhadap generasi muda menjadi prioritas dalam menjaga ketahanan ideologi dan harmoni sosial di DIY.

“Perlindungan generasi muda menjadi prioritas agar ruang digital tidak dimanfaatkan untuk penyebaran paham yang mengancam persatuan bangsa,” tegas Dave.

Kunjungan kerja ini turut diisi pemaparan dari Kepala BINDA DIY, Brigjen TNI Firyawan, terkait strategi dan langkah konkret dalam memperkuat peran intelijen menghadapi ancaman siber dan ujaran kebencian di Yogyakarta.

Dalam agenda itu, Dave didampingi Wakil Ketua Komisi I Sukamta, serta sejumlah anggota Komisi I lainnya seperti Mohammad Sohibul Iman, Nurul Arifin, Yulius Setiarto, Gavriel P. Novanto, Yudha Novanza Utama, Elita Budiati, Bambang Heri Purnama, dan Amelia Anggraini.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

4 weeks ago
1 month ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!