Data sebut 35 anak jadi korban kekerasan seksual di Pamekasan (2023-2025), 16 kasus di 2025. Anggota DPR, Ansari sebut pelaku kerap dari lingkungan terdekat/Foto: Humas DPR RIIndoragamnewscom, JAKARTA-Angka kekerasan seksual terhadap anak perempuan di Kabupaten Pamekasan, Madura, terus meningkat. Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari menilai lonjakan ini bukan sekadar catatan biasa, melainkan alarm serius yang membutuhkan penanganan luar biasa dari pemerintah dan masyarakat.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mencatat 35 anak perempuan menjadi korban kekerasan seksual sepanjang 2023 hingga 2025. Tahun 2025 menjadi yang tertinggi dengan 16 korban, setelah sebelumnya 10 kasus (2023) dan 9 kasus (2024).
“Ini alarm serius. Fenomena kekerasan seksual terhadap anak di Madura harus menjadi perhatian bersama karena korbannya terus bertambah dan mayoritas masih usia sekolah,” ujar Ansari dalam keterangannya di Jakarta dikutip Kamis (14/5/2026).
Mayoritas korban masih berusia di bawah 18 tahun dengan latar belakang pendidikan SD dan SMP. Pola kasus di Madura juga menunjukkan kesamaan: pelaku sering berasal dari lingkungan terdekat korban, membuat anak sulit melawan maupun melapor.

Dampak yang dialami korban tidak hanya kekerasan fisik, tetapi juga tekanan sosial yang berat. Banyak kasus kemudian tersebar di media sosial, memperparah trauma psikologis korban. “Korban tidak hanya mengalami kekerasan fisik, tetapi juga tekanan sosial yang berat, terutama ketika kasusnya tersebar di media sosial. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
Indonesia sebenarnya telah memiliki payung hukum kuat: UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Namun tantangan terbesar saat ini masih berkaitan dengan stigma negatif terhadap korban, rendahnya keberanian melapor, hingga rendahnya literasi digital masyarakat dalam melindungi identitas korban.
“Penanganan harus dilakukan secara utuh. Pencegahan, edukasi, dan sistem pelaporan yang aman harus berjalan optimal. Saya berharap ada langkah konkret untuk mendampingi korban hingga pulih. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkas Ansari.







Tidak ada komentar