Anis Byarwati: Perempuan Jadi Penopang Utama Keluarga di Tengah Tekanan Ekonomi

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
News, Politik - 22 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA– Momentum Idulfitri menjadi pengingat akan pentingnya memperbaiki diri dan mempererat kebersamaan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menilai perempuan, khususnya para ibu, memegang peran krusial dalam menjaga ketahanan keluarga saat tekanan ekonomi dirasakan nyata oleh masyarakat.

Anis mengakui bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok dan daya beli yang belum sepenuhnya pulih masih membebani banyak keluarga. Dalam situasi seperti ini, perempuan kerap menjadi penopang utama yang mengatur keuangan keluarga dan bahkan ikut mencari tambahan penghasilan.

“Dalam kondisi sekarang, perempuan itu benar-benar jadi penopang utama di keluarga. Para ibu harus makin pintar mengatur keuangan keluarga, memastikan kebutuhan terpenuhi, walaupun kondisi ekonomi sedang tidak mudah,” ujar Anis dikutip Minggu (22/3/2026).

Politisi Fraksi PKS itu menegaskan bahwa mencari nafkah bukanlah tugas utama perempuan. Kewajiban tersebut pada dasarnya berada pada laki-laki, sementara perempuan memiliki peran utama dalam menjaga dan mengelola kehidupan keluarga.

Ketika perempuan ikut berkontribusi dalam ekonomi keluarga, ia menyebut itu sebagai bentuk dukungan dan kekuatan tambahan, bukan kewajiban utama.

“Perlu dipahami, mencari nafkah bukan tugas utama perempuan. Maka ketika perempuan ikut berkontribusi dalam ekonomi keluarga, itu adalah bentuk dukungan dan kekuatan tambahan, bukan kewajiban utama,” tegasnya.

Doktor ekonomi dari Universitas Airlangga itu menekankan pentingnya kerja sama sehat antara suami dan istri dalam mengelola ekonomi keluarga.

Dengan komunikasi yang baik dan pembagian peran yang bijak, beban tidak bertumpu pada satu pihak dan keluarga bisa lebih kuat menghadapi tantangan.

“Mengelola ekonomi keluarga itu membutuhkan kerja sama. Suami dan istri perlu saling memahami, berkomunikasi dengan baik, dan berbagi peran secara bijak. Dengan begitu, beban tidak bertumpu pada satu pihak, dan keluarga bisa lebih kuat menghadapi tantangan,” jelasnya.

Anis juga menyoroti potensi besar perempuan, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia mendorong kebijakan yang berpihak kepada perempuan agar mereka tidak hanya bertahan tetapi juga bisa berkembang secara ekonomi.

“Perempuan punya potensi besar, terutama di sektor UMKM. Karena itu, akses permodalan, pelatihan, dan perlindungan sosial harus benar-benar diperkuat, supaya perempuan bisa lebih berkembang secara ekonomi,” tambahnya.

Di momen Idulfitri, Anis mengajak masyarakat memperkuat semangat kebersamaan dan saling membantu, terutama bagi mereka yang masih terdampak kondisi ekonomi. Menurutnya, semangat berbagi dan gotong royong menjadi sangat penting untuk menjaga kekuatan sosial.

Ia berharap perempuan Indonesia ke depan tidak hanya kuat menghadapi tekanan ekonomi, tetapi juga semakin memiliki ruang, dukungan, dan kemitraan yang seimbang dalam keluarga.

“Harapan saya, perempuan Indonesia bisa semakin tangguh tanpa harus menanggung beban sendirian. Dengan kerja sama yang baik antara suami dan istri, serta saling memahami peran masing-masing, keluarga akan menjadi lebih kokoh. Dari keluarga yang kuat dan harmonis, insyaAllah ketahanan ekonomi bangsa juga akan semakin terjaga,” tutup Anis.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!