Banyuwangi Gelar Cangkrukan Candi Mas: Dari Narkoba hingga Anak Bawa Motor Jadi Bahan Obrolan

2 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 09 Feb 2026

Indoragamnewscom, BANYUMAS-Suasana santai di Perkebunan Trebasala, Desa Karangharjo, Glenmore, Sabtu (7/2/2026) malam, justru membahas persoalan serius.

Di forum Cangkrukan Diskusi Kamtibmas “Candi Mas”, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Kapolresta Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan duduk bersama warga menyoroti dua ancaman utama yaitu peredaran narkoba di lingkungan perkebunan dan maraknya anak di bawah umur mengendarai sepeda motor.

Forum yang dikemas santai ini menjadi terobosan Pemkab Banyuwangi dan Polresta setempat untuk menjaring aspirasi langsung dan mencari solusi kolaboratif dari akar rumput.

“Dengan ngobrol seperti ini, pemerintah bisa tahu persoalan yang dihadapi warganya, sekaligus mencari solusi bersama,” ujar Bupati Ipuk.

Dalam dialog terbuka itu, warga tidak sungkan menyampaikan kegelisahan. Kekhawatiran terbesar adalah peredaran obat-obatan terlarang yang dinilai semakin mengancam generasi muda di sekitar area perkebunan. Mereka mendesak tindakan nyata dari aparat.

Di sisi lain, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, mengangkat isu berbeda yang tak kalah genting: keselamatan berlalu lintas. Ia mengungkap fakta mencengangkan tentang anak berusia tujuh tahun yang mengalami kecelakaan karena mengendarai motor. “Orang tua harus lebih mengawasi dan tidak membiarkan anak-anaknya mengendarai kendaraan jika belum cukup umur,” tegasnya.

Menanggapi keluhan warga, Bupati Ipuk menekankan paradigma baru dalam penanganan keamanan. “Keamanan bukan hanya tugas aparat atau pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama, termasuk peran penting keluarga, tokoh agama, dan masyarakat,” tegasnya. Pernyataan ini menggeser pendekatan dari sekadar penegakan hukum menjadi pencegahan berbasis komunitas.

Sementara Kapolresta Rofiq menunjukkan komitmen keterbukaan dengan membagikan nomor kontak pribadinya kepada warga. Ia juga mengingatkan saluran pengaduan resmi. “Kepolisian terbuka terhadap masukan dan laporan dari masyarakat. Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan setiap saat,” tambahnya.

Candi Mas tidak berhenti pada obrolan. Forum ini juga menghadirkan layanan publik keliling untuk langsung menyentuh kebutuhan warga. Pada kesempatan itu, dibuka pelayanan pengurusan administrasi kependudukan (adminduk), layanan pernikahan dari Kemenag, pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM), dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Pendekatan ini memadukan fungsi sosialisasi, pengaduan, dan pelayanan dalam satu paket, memperpendek jarak antara pemerintah dengan masyarakat.

Melalui forum Candi Mas, Pemkab dan Polresta Banyuwangi berupaya membangun lebih dari sekadar komunikasi. Mereka ingin menjadikannya jembatan kepercayaan dan sistem deteksi dini untuk berbagai persoalan sosial dan kamtibmas sebelum meluas.

Dengan menyentuh isu sensitif seperti narkoba dan pelanggaran lalu lintas anak, forum ini membuktikan bahwa dialog partisipatif bisa menjadi alat yang efektif untuk meraba denyut nadi persoalan di tingkat paling dasar.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!