Gedung DPR RI/Foto: Humas DPR RIIndoragamnewscom, JAKARTA-Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi prioritas utama sepanjang bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 2026. Anggota Komisi VI DPR RI Sturman Panjaitan mendesak pemerintah bersama mitra kerja terkait untuk memastikan pasokan sembako tetap terkendali.

Langkah ini krusial dilakukan agar fluktuasi harga di pasar tidak memberikan beban tambahan yang berat bagi daya beli masyarakat luas.
“Artinya, janganlah kalaupun itu kenaikan, tapi jangan itu memaksa masyarakat,” tegas Sturman dikutip, Kamis (19/2/2026).
Fokus pengawasan kini tertuju pada sembilan bahan pokok, terutama komoditas sensitif seperti beras, minyak goreng, dan gula.

Komisi VI terus melakukan koordinasi intensif dengan kementerian dan lembaga terkait guna memitigasi potensi lonjakan harga yang kerap berulang setiap tahun saat hari besar keagamaan. Upaya preventif dilakukan agar skema distribusi dan stok pangan nasional berada pada level aman.
“Masalah sembilan bahan pokok, khususnya beras, minyak, gula, dan lainnya. Kita juga berkoordinasi dengan mitra kami di Komisi VI untuk tetap menjaga. Kalau seandainya tiba-tiba harga naik,” ujarnya.
Selain pemantauan di tingkat pusat, para legislator juga terjun langsung ke berbagai daerah pemilihan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap kondisi harga di lapangan.
Pengawasan lapangan ini bertujuan memastikan kebijakan stabilisasi harga yang diambil pemerintah benar-benar efektif dan tepat sasaran. Data dari lapangan akan menjadi bahan evaluasi kritis dalam rapat-rapat kerja mendatang.
“Komisi VI di samping juga berkoordinasi dengan mitra kerja kami, kami juga melihat, kami turun ke dapil untuk melihat bagaimana harga-harga di wilayah dapil masing-masing,” ungkap Sturman.
Seluruh hasil temuan dari berbagai daerah tersebut nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi bagi pemerintah. DPR RI berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk menahan laju inflasi pangan selama bulan suci.
Rekomendasi ini mencakup intervensi pasar hingga dukungan logistik yang diperlukan oleh mitra kerja di sektor pangan.
“Nah, setelah itu kita akan menyampaikan kepada mitra kerja kita apa yang mereka harus lakukan, apa yang mereka harus bantu, apa yang mereka harus support, agar harga selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran tidak naik signifikan,” pungkas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.







Tidak ada komentar