Gung Cok Sebut KONI Bali Dukung Penuh Investasi Sport Tourism Lewat Padel

2 menit membaca
Diajeng Vayantri Dewi Divianta
Olahraga - 13 Feb 2026

Indoragamnews.com, DENPASAR-Pertumbuhan investasi olahraga padel di Bali mengalami lonjakan signifikan dalam setahun terakhir dengan berdirinya lebih dari 10 lapangan bertaraf internasional.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra, menilai fenomena ini bukan sekadar tren olahraga rekreasi, melainkan pembuka gerbang bagi sport tourism berbasis modal asing.

Infrastruktur yang tersebar di wilayah Tibubeneng, Kuta Utara, Denpasar, hingga Gianyar tersebut didominasi oleh wisatawan mancanegara, yang sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi baru bagi masyarakat lokal di sektor perhotelan dan jasa penyelenggara acara.

KONI Bali bergerak cepat memanfaatkan ketersediaan fasilitas premium ini untuk menjaring talenta atlet daerah. Mengingat padel merupakan cabang olahraga dengan perkembangan tercepat saat ini, Bali membidik posisi unggul dalam kompetisi skala nasional di masa depan.

“Tahun 2024 PON Aceh-Sumut Padel masih ekshibisi. Mudah-mudahan di PON 2028 sudah mulai dipertandingkan secara nasional. Ini peluang besar untuk Bali untuk menyiapkan atlet dari sekarang,” kata pria yang akrab disapa Gung Cok tersebut saat menghadiri kompetisi barista di Mengwi, Jumat (13/2/2026).

Legislator dari fraksi Golkar ini menekankan bahwa strategi sport tourism Bali berhasil menggabungkan olahraga dengan gaya hidup kelas atas.

Kehadiran turis asing dengan daya beli tinggi di lapangan-lapangan padel menjadi pemantik investasi swasta senilai miliaran rupiah yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja, mulai dari pelatih hingga tenaga operasional lapangan.

“Jika mayoritas pemainnya orang asing, ini sangat potensial memancing kedatangan turis ke Bali. Di mana olahraga dan pariwisata bisa berjalan beriringan,” ujar Gung Cok.

Meskipun menyambut baik ekspansi fasilitas olahraga, Gung Cok memberikan catatan tegas mengenai kepatuhan terhadap regulasi tata ruang. Investor diingatkan agar pembangunan lapangan tetap mengacu pada zonasi RTRW atau RDTR di kabupaten dan kota masing-masing guna menghindari konflik lingkungan.

“Tentunya pembangunan dilakukan di zona yang sesuai, terlebih menyangkut jalur hijau atau lahan produktif. Dampak terhadap lingkungan dan tata ruang ke depan harus diperhatikan,” tegasnya.

Peningkatan jumlah fasilitas di berbagai titik strategis Bali dipandang sebagai keuntungan kompetitif. Persaingan antar-atlet yang difasilitasi infrastruktur memadai diharapkan mampu mempercepat kesiapan Bali dalam menghadapi persaingan ketat pada PON 2028 mendatang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!