Buatkan image Ilustrasi wanita melakukan peregangan yoga ringan menjelang waktu berbuka puasa.
Buatkan Image dengan ukuran 1200 x 675 piksel (16:9) atau 1200 x 628 piksel.Pastikan ukuran file di bawah 200 KB untuk kecepatan pemuatan halaman/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom-Puasa Ramadan bukan alasan untuk menghentikan kebiasaan olahraga. Penelitian dalam International Journal of Sport Studies for Health menyimpulkan bahwa latihan dan olahraga selama Ramadan memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Orang yang rutin berolahraga saat puasa memiliki tingkat kebugaran lebih baik dibanding mereka yang tidak berolahraga.

Olahraga dapat membantu menjaga kesehatan jantung, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, dan meningkatkan sirkulasi darah. Aktivitas fisik juga membantu menjaga kebugaran otot dan kekuatan tubuh, sehingga risiko kehilangan massa otot saat puasa bisa dihindari. Selain itu, olahraga meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres, yang penting selama bulan puasa untuk menjaga ibadah tetap lancar.
Namun puasa mempengaruhi kondisi tubuh sehingga diperlukan rambu-rambu ketika hendak berolahraga selama Ramadan. Jurnal Nutrients menjelaskan bahwa puasa intermiten seperti Ramadan dapat menyebabkan penurunan kadar glukosa darah yang merupakan sumber energi utama, peningkatan penggunaan lemak sebagai sumber energi, perubahan ritme sirkadian yang mengatur berbagai proses tubuh, serta fluktuasi hormon yang mempengaruhi energi dan stamina. Karena itu diperlukan penyesuaian waktu olahraga.
Berbeda dengan hari biasa, olahraga saat puasa sebaiknya dilakukan di waktu-waktu tertentu. Pilihan pertama adalah sebelum sahur. Pada waktu ini masih ada sumber energi dari makanan berbuka, suhu udara masih sejuk, dan risiko dehidrasi lebih rendah. Olahraga ringan seperti yoga atau peregangan dapat membantu meningkatkan metabolisme dan menjaga kebugaran selama seharian berpuasa.

Pilihan kedua adalah menjelang berbuka. Waktu ini memungkinkan seseorang segera mengisi energi seusai olahraga dengan makanan dan minuman saat berbuka. Pembakaran lemak juga bisa lebih optimal karena kadar gula darah biasanya rendah setelah seharian berpuasa.
Pilihan ketiga adalah setelah berbuka. Energi sudah terisi kembali, hidrasi lebih optimal, dan masa pemulihan lebih panjang sehingga bisa melakukan olahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi.
“Olahraga saat puasa tentu berbeda dengan pada hari biasa. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak malah dehidrasi, lemas, atau bahkan cedera,” demikian penjelasan dalam panduan tersebut.






