KH Maman Imanulhaq: Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Adalah Teror terhadap Demokrasi

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Politik - 16 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Board Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, KH. Maman Imanulhaq, mengutuk keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di kawasan Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat.

Serangan yang terjadi usai korban merekam siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu dinilai sebagai bentuk teror terhadap pembela hak asasi manusia dan ancaman serius bagi kehidupan demokrasi di Indonesia.

“Saya mengutuk keras tindakan penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus. Ini adalah aksi teror yang keji, biadab, dan tidak berperikemanusiaan. Serangan terhadap aktivis kemanusiaan adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri,” tegas Kiai Maman dikutip Senin (16/3/2026).

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam itu bermula ketika Andrie Yunus tengah mengendarai sepeda motor seusai mengikuti podcast bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor menghampiri korban dan menyiramkan air keras sebelum melarikan diri. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuhnya, meliputi tangan kanan dan kiri, wajah, dada, hingga mata, dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

Andrie Yunus selama ini dikenal sebagai aktivis yang konsisten memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan bagi para korban kekerasan. Karena itu, imbuh Kiai Maman, serangan terhadap dirinya harus dipandang sebagai ancaman terhadap gerakan pembelaan hak asasi manusia di Indonesia.

Kiai Maman pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional, serta memastikan para pelaku dan pihak yang berada di balik peristiwa tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Aparat penegak hukum harus bergerak cepat, serius, dan transparan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan ini. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan teror yang membungkam suara keadilan. Pelaku lapangan harus ditangkap, tetapi yang lebih penting adalah mengungkap siapa aktor di belakang serangan ini. Negara tidak boleh tunduk pada teror terhadap pembela HAM,” imbuhnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan instruksi langsung dari Presiden untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan dengan mengedepankan scientific crime investigation.

Polri juga telah membuka posko pengaduan masyarakat serta menjamin perlindungan bagi saksi yang membantu proses penyelidikan.

Sebagai anggota Dewan Pembina KontraS, Kiai Maman menyatakan solidaritas penuh kepada Andrie Yunus serta seluruh aktivis yang terus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap pembela hak asasi manusia merupakan tanggung jawab negara dan bagian penting dari komitmen demokrasi.

“Negara wajib memastikan bahwa para pembela HAM dapat bekerja tanpa intimidasi dan kekerasan. Jika serangan seperti ini dibiarkan, maka kita sedang membuka pintu bagi kemunduran demokrasi,” kata Kiai Maman menegaskan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersama-sama menjaga ruang demokrasi dari segala bentuk kekerasan, intimidasi, maupun teror terhadap pembela hak asasi manusia.

“Kita semua harus berdiri bersama melawan kekerasan. Indonesia harus tetap menjadi ruang yang aman bagi para pejuang kemanusiaan dan pembela hak asasi manusia,” pungkasnya.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!